Harga Rusunami Rendah, Pengembang Angkat Tangan

Harga Rusunami Rendah, Pengembang Angkat Tangan

- detikFinance
Senin, 28 Jul 2008 17:39 WIB
Harga Rusunami Rendah, Pengembang Angkat Tangan
Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam program pengembangan 1.000 tower mengusulkan kenaikan harga jual rumah susun sederhana milik (rusunami) hingga 20% menyusul kenaikan harga bahan bangunan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Rekarumanda Agung  Abadi,  Untung Sampurno dalam acara konferensi pers di Gedung Perumnas, Jl DI Panjaitan, Jakarta, Senin (28/7/2008).

Harga jual rusunami sekarang ini dinilainya sangat tidak nyaman bagi para pengembang, bahkan pengembang hanya mendapat margin tipis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehingga apabila pemerintah tidak menetapkan penyesuaian harga jual maka akan berdampak pada berkurangnya minat para pengembang untuk masuk di bisnis rusunami.

"Misalnya eskalasi harga  beton itu sudah baik 50%, kabel 50%, semen 20%. Rusunami hampir sebagian besar adalah beton. Kalau masih Rp 144 juta kita angkat tangan," tegasnya.

"Jadi kalau pemerintah tetap ngotot, dan harga bahan bangunan naik maka rusunami akan bangkrut seharusnya perhitungan sekarang ini 20% dari harga sekarang Rp 144 juta," lanjutnya.

Ia mencontohkan harga yang ditetapkan pemerintah untuk harga jual rata-rata untuk pengembangan rusunami City Park di Cengkareng sebesar sebesar Rp 144 juta atau jauh di bawah perhitungan dari asosiasi Real Estate Indonesia (REI) yaitu seharga Rp 189 juta.

Masalah harga jual bagi pengembang suatu yang dilema dimana di satu sisi para pengembang dihadapi oleh kenaikan harga bahan bangunan tapi di sisi lain harus mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah.

"Sekarang ini kita belum bisa memutuskan berapa harga yang seharusnya, perlu ada upaya duduk bersama dengan pemerintah," harapnya.

Ia menambahkan biaya kontruksi per meter persegi dengan adanya eskalasi harga sekitar Rp 3,8 juta per meter persegi sedangkan bila masih mematok harga yang ditetapkan pemerintah hanya Rp 2,8 juta per meter persegi. (hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads