Hal ini dikatakan oleh Direktur Pembangkit Jawa-Bali PLN Murtaqi Syamsudin usai acara penandatanganan pinjaman dengan 4 bank untuk pembiayaan proyek 10.000 MW di Gedung Juanda Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (29/7/2008).
Β
"Jadi kami sudah kumpulkan ada sekitar 6.800 industri, dan dari jumlah itu ada 2.000 yang diidentifikasi bisa melakukan pergeseran jam kerja, nah dari 2.000 itu ada 1.000 yang sudah siap," tuturnya.
Β
Murtaqi mengatakan untuk pelaksanaan SKB pergeseran jam kerja ini, PLN menargetkan sudah akan dilakukan sebelum bulan Agustus. "Jadi seperti rencana semula yaitu 31 Juli 2008 sudah jalan," imbuhnya.
Β
Dikatakannya, saat ini PLN tengah melakukan sosialisasi kepada pelaku industri di daerah dan juga kepada pemda untuk pelaksanaan SKB tersebut.
"Pada dasarnya industri mengatakan mereka memahami keadaan listrik saat ini sehingga mereka mau menjalankan SKB tersebut," jelasnya.
Β
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan, pelaksanaan SKB pergeseran jam kerja industri ini diundur 2 minggu dari rencana semula yaitu 31 Juli 2008.
Β
"Pak Fahmi (Dirut PLN) bilang perlu waktu untuk sosialisasi kepada industri di daerah dan pemda sekitar 3 minggu dari minggu kemarin, sehingga akan mundur 2 minggu," ujarnya.
(dnl/qom)










































