Hal tersebut disampaikan Dirut Garuda Emirsyah Satar usai sebuah diskusi di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (31/7/2008).
"Kita sebenarnya sudah melakukan apa yang diminta, dan mereka sudahΒ menyurati bahwa mereka sudah senang atas progress yang kita lakukan, tapi kok kami berada dalam list. Nah hal itu yang akan kami tanyakan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun apa daya, Eropa masih melarang semua maskapai penerbangan dari Indonesia.
"Sebetulnya begini, kita harapkan dengan adanya IOSA Garuda tidak masuk di situ, tapi saya nggak tahu Eropa kan punya kriteria sendiri, karena kalau kita lihat safetynya IOSA, Garuda Indonesia merupakan satu-satunya airlines di indonesa yang dapat seritifkat IOSA," ujarnya.
Secara bisnis, Garuda tidak melihat adanya dampak yang signifikan dari pelarangan terbang ke Eropa. "Memang dampaknya terhadap bisnis Garuda tidak terlalu banyak, tapi secara image yang berpengaruh," ujarnya. (ddn/qom)











































