Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar usai menghadiri acara diskusi mengenai BUMN yang diadakan di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (31/7/2008).
"Usaha yang akan dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi juga kita tingkatkan dan market kita perluas," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan bangun Citilink, 1 September ini akan mulai beroperasi tapi untuk awal 5 pesawat, nanti bisa sekitar 25-30 pesawat," ujarnya.
Dijelaskannya Citilink yang sudah di spin off ini akan bergerak sebagai entitas sendiri. "Jadi manajemen berbeda, pilot berbeda dan semuanya berbeda dengan Garuda," imbuhnya.
Sementara itu Emirsyah juga mengharapkan restrukturisasi utang Garuda dengan ECA akan disepakati pada triwulan III-2008, setelah pembicaraan yang dilakukan sudah dilakukan sejak lama.
Dikatakannya, secara keseluruhan jumlah utang Garuda saat ini adalah sebesar US$ 800 juta.
"Jumlah ini sama karena kita belum bayar dan tidak ada tambahan utang, tapi bunga tetap kita bayar dan ada sebagian yang sudah kita bayar cicilannya," tuturnya.
Sementara besar utangnya dengan ECA, dari US$ 800 juta tersebut, besar utangnya dengan ECA adalah sebesar US$ 400 juta. "Sisanya itu utang kita ke beberapa kreditor," imbuhnya.
(dnl/ddn)











































