Kalangan pengusaha memperkirakan dampak penguatan kurs rupiah terhadap produk elektronik baru akan berpengaruh jika rupiah bertengger di bawah 9.000 per dolar AS.
Demikian dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Electronic Marketer Club (EMC) Handojo Soetanto saat dihubungi detikFinance, Jumat (1/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Handojo, selama ini produk elektronik salah satu produk yang terkait langsung dengan perubahan kurs, mengingat hampir 70% pengadaan bahan baku produk elektronik memakai transaksi kurs dolar AS.
Bahkan tidak jarang produk-produk komponen elektronik yang dibuat didalam negeri pun masih tetap memakai transaksi penjualan dengan kurs dollar AS karena para produsen komponen tidak mau mengambil risiko rugi.
"Produsen komponen memakai patokan kurs dollar AS, karena mereka juga membeli bahan bakunya dengan dollar," katanya.
Beberapa produk komponen dan bahan baku yang paling banyak diimpor antara lain tabung gambar untuk TV, semi konduktor, kompressor dan lain-lain.
Handojo menambahkan dengan kondisi adanya trend kenaikan bahan baku produk dan komponen elektronik, khususnya untuk produk logam, plastik, justru membuat produsen memilih mengetatkan margin keuntungan dengan tidak menaikan harga.
"Sejak awal bulan lalu, biaya produksi sudah terjadi kenaikan seperti kulkas, AC, mesin cuci, 15% seharusnya sudah naik tapi kita tahan kenaikannya secara bertahap," katanya. (hen/ir)











































