Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jalan Sutomo, Jakarta, Jumat (1/8/2008).
Untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) turun sebesar 1,56 persen, kualitas Gabah Kering Panen (GKP) turun sebesar 2,47 persen, dan kualitas rendah/di luar kelompok kualitas turun sebesar 1,71 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan rata-rata harga gabah untuk kualitas GKP mencapai Rp 2.525, per kg di tingkat petani dan Rp 2.584 per kg di tingkat penggilingan, keduanya berada di atas HPP.
"Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP mengalami kenaikan tetapi tidak terlalu signifikan, yaitu dari 3,28 persen pada Juni 2008 menjadi 3,67 persen pada Juli 2008," ujarnya.
Persentase observasi gabah berkualitas rendah juga mengalami kenaikan, yaitu dari 9,98 persen pada Juni 2008 menjadi 14,23 persen pada Juli 2008.
Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 1.950 per kg dijumpai di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (kualitas rendah). Harga tertinggi sebesar Rp 3.700 per kg dijumpai di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (kualitas GKP). (ddn/qom)











































