Setelah Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani meragukan prediksi ini, kali ini Bappenas juga melontarkan hal yang sama.
Sekretaris Utama Bappenas Syahrial Loetan mengatakan prediksi harga minyak dunia masih sulit dilakukan karena masih labilnya situasi perekonomian dunia saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syahrial juga mengatakan konsumsi BBM di Indonesia memang akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi. "Jadi meskipun program penghematan seperti smart card tidak jadi dilaksanakan 2009, efisienasi wajib dilakukan pemerintah untuk menekan subsidi," katanya.
Dituturkannya program smart card awalnya merupakan salah satu upaya pemerintah untuk dapat melakukan efisiensi konsumsi BBM. "Sebenarnya smart card sudah mau diuji coba, tapi dengan perhitungan persiapannya, ternyata sulit dan kita pesimis tingkat keberhasilannya besar, mungkin hanya di bawah 50%, tapi ide ini tidak boleh dihentikan," katanya.
Syahrial menjelaskan program smart card ini bertujuan mengontrol penggunaan BBM oleh masyarakat, agar masyarakat tidak boros dan menggunakan BBM hanya untuk kegiatan yang produktif saja.
"Kalau ditanya apakah akan ada kenaikkan BBM lagi di 2009, kita belum tahu, karena situasi sekarang juga masih labil," jelasnya.
Sementara harga minyak dunia pada penutupan perdagangan Jumat (1/8/2008) kembali naik setelah Washington kembali memberikan deadline kepada Iran agar segera membekukan program nuklirnya.
Harga minyak di New York jenis light sweet crude untuk pengiriman September naik US$ 1,02 menjadi US$ 125,10 per barel dimana sebelumnya dalam intraday sempat menyentuh US$ 128,60 per barel.
Sedangkan di London harga minyak Brent North Sea pengiriman September sempat naik ke US$ 127,94 per barel sebelum akhirnya ditutup di level US$ 124,18 perb areal atau naik 20 sen.
(dnl/ir)











































