Sekali dicoba, langsung berkesan nikmatnya. Aromanya sangat harum dan ini yang banyak memesona para tamu undangan: rasanya menyegarkan dan alamiah. Sajian teh ini dipadu dengan jajan pasar khas Indonesia. It was truly an amazing experience, puji mereka dengan ekspresi puas.
Teh dari perkebunan Tambi yang selama ini sudah diekspor ke AS, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Rusia, Polandia, Jerman, Irak, dan Uni Arab Emirat, pada Sabtu (2/8/2008) itu dipromosikan oleh KBRI Praha di Brno, ibukota suku bangsa Moravia dan kota kedua terbesar di Republik Ceko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumbangan
Mengiringi Teh Tambi, tari dan film, ikut dipamerkan pula produk dan ragam kekayaan budaya Indonesia, antara lain tekstil agung tradisional ulos, batik, tenun ikat, dan songket. Juga berbagai handicraft berselera seni tinggi dan aneka senjata tradisional.
Sebagai penyempurna promosi adalah foto-foto karya Rio Helmi yang khusus dikirim oleh Beyond Exposition dari Jakarta dan film Denias, yang memaparkan kebudayaan dan alam Papua nan permai.
Istana Musim Panas Mitrovskych yang dipakai untuk pameran kebudayaan dan produk Indonesia selama musim panas 2008 tersebut adalah sumbangan Pemerintah Ceko untuk KBRI Praha.
"Kita disumbang fasilitas istana ini dalam rangka promosi Indonesia di kota Brno. Hubungan bilateral Indonesia-Ceko saat ini sangat baik dan kembali menghangat," kata Koordinator Pelaksana Fungsi Pensosbudpar Azis Nurwahyudi kepada detikcom, Sabtu (2/8/2008).
Azis mewakili Dubes Salim Said menambahkan bahwa popularitas Indonesia di masyarakat Ceko juga cukup menggembirakan. Ini tercapai terutama setelah digencarkan beragam promosi perdagangan dan kebudayan bertepatan dengan Peringatan 50 Tahun Perjanjian Kebudayaan Indonesia-Ceko.
Antusiasme
Di antara ratusan tamu, nampak Dr. Roman Baron dari Czech Institute of History. Dia mengaku kagum dengan keanekaragaman budaya yang diperkenalkan melalui berbagai media seperti tari, kerajinan seni, makanan dan film.
Serombongan mahasiswa dari Masaryk University juga superlatif dalam menyampaikan kesannya. Satu di antara mereka, Iva Semlova, mengatakan pemutaran film seperti ini sangat efektif untuk dapat lebih mengenal Indonesia kepada masyarakat Ceko.
Menurut Azis, promosi di Istana Musim Panas Mitrovskych itu bagian dari rangkaian program memperkenalkan kembali Indonesia di Ceko, salah satu kegiatan pelayanan publik di bidang informasi di bawah payung kegiatan Peringatan 50 Tahun Perjanjian Kebudayaan Indonesia-Ceko.
Program ini mendapat dukungan dari pemerintah, media dan masyarakat di berbagai kota di Ceko yang dilaksanakan sepanjang tahun 2008. (es/es)











































