Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Perbanas Sigit Pramono usai acara kampanye sunset policy yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pajak di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (5/8/2008).
"Menurut saya bank itu paling tertib dalam masalah perpajakan karena kita lebih transparan dan umumnya semuanya itu kelihatan seperti DPK (Dana Pihak Ketiga), PPh untuk orang yang taruh uang di deposito kan juga dihitung, PPh badannya juga gampang sekali menghitungnya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Darmin mengatakan memang di bawah induatri yang lain. Jadi jasa keuangan dan jasa yang lain sebetulnya itu dibandingkan batubara dan perkebunan kan memang lagi bagus. Perbankan juga tetap meningkat karena laba bank juga meningkat tetapi dibandingkan dengan sektor yang lain memang lebih rendah," ujarnya.
Jadi rendahnya pertumbuhan pembayaran pajak sektor perbankan pada semester I-2008 dikatakan Sigit bukan karena adanya penghindaran pajak yang dilakukan. Melainkan pertumbuhannya lebih rendah jika dibandingkan sektor pertambangan dan batubara yang saat ini sedang booming.
"Jadi bukan karena adanya penghindaran karena dibanding tahun lalu kita masih meningkat, tapi pertumbuhanya memang tidak seperti sektor lain seperti pertambangan dan perkebunan yang memang lagi naik," katanya.
Sementara mengenai program sunset policy ini, Sigit mengatakan Perbanas dan anggotanya siap untuk memberikan informasi mengenai sunset policy ini kepada para nasabahnya.
"Soal pajak, anggota Perbanas itu tertib sekali, tapi bank bisa membantu untuk menginformasikan kepada nasabahnya," ucapnya.
(dnl/qom)











































