Sudah Mundur dari Berau, Jeffrey Mulyono Protes Keras Pencekalan

Sudah Mundur dari Berau, Jeffrey Mulyono Protes Keras Pencekalan

- detikFinance
Selasa, 05 Agu 2008 18:50 WIB
Sudah Mundur dari Berau, Jeffrey Mulyono Protes Keras Pencekalan
Jakarta - Jeffrey Mulyono, salah satu pengusaha batubara yang dicekal pihak imigrasi menyatakan pencekalan terhadap dirinya salah alamat. Jeffrey menegaskan dirinya sudah mengundurkan diri dari Berau Coal sejak 2006 dan kini menjadi konsultan pertambangan.

"Pada 2005 saya mundur sebagai Presdir, lalu 2006 saya sudah pemunduran saya dari Komisais sudah beres. Jadi kasus saya salah alamat. Tapi karena Menkeu nggak punya alamat direksi yang baru, yang dicekal Jeffery Mulyono. Ya marah lah saya," katanya ketika dihubungi wartawan, Selasa (5/8/2008).

Jeffrey mengaku sudah mendapatkan surat pencekalan itu sejak Sabtu (2/8/2008) lalu. Sementara surat klarifikasi sudah dikirimkan pada hari ini pukul 14.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam surat Ditjen Imigrasi, Jeffrey dicekal sebagai Presdir Berau Coal karena piutang negara di departemen ESDM senilai Rp 312 miliar dan US$ 26 juta. Sementara versi Jeffrey menyebutkan, tuduhan piutungnya dalam surat yang diajukan padanya sekitar Rp 312 miliar."Tapi tidak disebutkan kapan waktunya," katanya.

Jeffrey mencoba menjelaskan duduk permasalahan tuduhan tunggakan ini. Menurutnya, masalah bermula saat pemerintah tidak juga mengganti PPN yang dibayarkan perusahaan batubara. Berdasarkan aturannya, PPN yang dibayarkan perusahaan batubara memang diganti peemrintah karena sudah termasuk dalam royalti yang dibayarkan.

"Jadi Depkeu yang punya utang untuk mengembalikan utang ke perusahaan batubara. Karena ngak dibayar-bayar, lalu PKP2B generasi 1 menahan sebagaian PNBP. Dan proses ini pun susah diajukan ke PTUN, sekarang ada yang sedang banding," katanya.

Karena masih ada proses hukum yang berjalan, yaitu naik banding, menurut Jeffrey harusnya tidak boleh ada tindakan lainnya seperti pencekalan ini."Jadi sudah melanggar aturan, salah alam pula!" geramnya.

Ia memang mengaku surat ini sudah berlebihan. Ia pun sudah mengirimkan surat klarifikasi tuduhan dan permintaan pembersihan nama yang dikirimkan ke Dirjen Kekayaan Negara, cc Menkeu, cc Menesdm, cc Dirjen Minerbapabum, cc Dirjen Imigrasi dan Berau coal.

"Saya ingin tuduhan terhadap saya diberesin dulu, dan kebebasan saya dikembalikan. Dan saya berharap akan ada permohonan maaf di koran karena sudah menuduh  saya," pungkasnya.


(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads