Proyeksi Pertumbuhan Ekspor Non-Migas BPS Terlalu Pede

Proyeksi Pertumbuhan Ekspor Non-Migas BPS Terlalu Pede

- detikFinance
Selasa, 05 Agu 2008 18:54 WIB
Proyeksi Pertumbuhan Ekspor Non-Migas BPS Terlalu Pede
Jakarta - Analisis proyeksi pertumbuhan ekspor non migas Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir tahun yang mencapai US$ 150 miliar dinilai terlalu optimistis. Departemen Perdagangan hanya memproyeksikan kenaikan 12% dari pencapaian tahun lalu yang hanya US$ 118 miliar.

"Kita sesuai dengan target yang kita canangkan yaitu Depdag tadinya 14,5%, setelah melihat keadaan dunia kita turunkan menjadi 12% minimal kita harapkan," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di gedung Departemen Perdagangan, Jakarta, Selasa (5/8/2008).

Dikatakan oleh Mari, dengan analisa BPS nilai ekspor non migas mencapai US$ 150 miliar hingga akhir tahun 2008, bila mengacu pada nilai ekspor tahun 2007 yang hanya  mencapai US$ 118 miliar artinya harus ada pertumbuhan ekspor hingga 25% pada tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai tetap stabilnya ekspor Indonesia ke negara Paman Sam (AS) ia mengatakan itu lebih disebabkan oleh dampak pergeseran impor produk tertentu oleh AS terhadap negara-negara Asia lainnya seperti China, Vietnam dan lain-lain.

"Saya melihat, bahwa kalau Amerika lebih terpengaruh kurs, ekspor kita ke AS kita  tidak terlalu besar misalnya dengan elektronik Malaysia. Kita mendapatkan keuntungan dari berkurangnya mereka mengambil dari China, jadi terjadi pemindahan. Kita terjadi peningkatan ekspor garmen dan sepatu, dibanding Ekspor elektronik Malaysia langsung anjlok," paparnya.

Mari mengatakan, walaupun adanya pengurangan permintaan dari AS, pengaruhnya terhadap negara-negara Asia termasuk Indonesia secara umum tidak signifikan, bahkan pertumbuhan ekspor negara-negara di Asia tertinggi di negara-negara lainnya.

"Kalau dilihat dari pertumbuhan, yang tinggi adalah negara Asia, RRT, India itu pertumbuhannya diatas 20% semua. Ekspor kita Brasil hampir 50% seperti karet, pulp and paper, kita melakukan divesrifikasi dari pasar," jelasnya. (hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads