Angka tersebut berarti turun dibandingkan ICP Juli yang mencapai US$ 134,96 per barel atau naik US$ 2,6 per barel dibandingkan rata-rata Juni 2008 yang mencapai US$ 132,36 per barel
Harga rata-rata WTI (Nymex) juga diperkirakan menurun, berkisar antara US$ 125-131 per barel dan Brent (IPE) antara US$ 126-132 per barel.
Β
"Sejumlah faktor yang diperkirakan dapat memperkuat harga minyak dunia selama Agustus, antara lain terus berlanjutnya aksi spekulasi para pelaku futures oil market, masalah geopolitik di sejumlah negara produsen minyak seperti Nigeria dan Iran yang belum berhenti serta meningkatnya permintaan gasoline terutama di AS dalam musim panas (driving season)," demikian siaran pers yang dikutip dari situs Ditjen Migas, Rabu (6/8/2008).
Β
Selain itu, masih lemahnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang terutama euro dan terbentuknya sejumlah badai tropis baru di kawasan dalam musim badai Atlantik yang dapat mengancam kegiatan produksi minyak di Teluk Meksiko.
Β
Meski demikian, ada pula faktor-faktor yang diperkirakan dapat memperlemah harga minyak dunia yaitu meningkatnya produksi minyak mentah OPEC terutama Saudi Arabia dan Iran serta Non OPEC seperti Brasil dan Kanada, musim panas yang tidak begitu panas (cool summer) dan masih dilakukannya pemeliharaan berkala kilang-kilang minyak dunia di Eropa, Asia dan Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam RAPBN 2009, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak US$ 95 per barel dengan lifting 927.000 barel per hari.
(qom/ir)











































