Harga Pangan Tinggi, Makanan Tradisional Dilirik

Harga Pangan Tinggi, Makanan Tradisional Dilirik

- detikFinance
Kamis, 07 Agu 2008 14:22 WIB
Harga Pangan Tinggi, Makanan Tradisional Dilirik
Jakarta - Melambungnya harga komoditi pangan belakangan ini memberikan peluang bagi industri kreatif untuk berkembang.

Makanan tradisional yang menggunakan bahan-bahan lokal pun punya kesempatan untuk mempopulerkan diri mendampik makanan modern yang kebanyakan bahannya masih tergantung harga internasional.

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam sambutan di pembukaan Bulan
Indonesia Kreatif di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (6/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga pangan yang tinggi justru menjadi potensi diversifikasi pangan berbasis tardisional. Diharapkan anak-anak jadi lebih suka jajanan pasar dibanding mencari Mcdonald, KFC dan sejenisnya," katanya.

Bulan Indonesia Kreatif diikuti oleh 14 sub sektor industri kreatif. Pesertanya terdiri dari 39 pelaku usaha yang menggelar usahanya di Balai Kartini, 21 pelaku usaha yang menggelar usaha di Senayan City dan 31 pelaku yang mengggelar usaha di Mal Kelapa Gading.

Menurut Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, pencanangan bulan kreatif sekaligus menandakan perubahan paradigma masyarakat mengenai industri kreatif. Ia mencontohkan, kalau dulu banyak orang tua yang tidak setuju anaknya menjadi seniman karena meragukan kesejahteraannya, kini tidak lagi.

"Kalau dulu orang tua melarang anaknya menjadi seniman karena dikhawatirkan tidak sejahtera secara ekonomi sekarang tidak perlu ditakutkan. Karena telah terbukti mereka mampu mandiri, bahkan menghasilkan tidak hanya menghasilkan jutaan tapi milyaran rupiah," ujarnya. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads