Bisnis Anti Pemalsuan Kian Berkibar

Bisnis Anti Pemalsuan Kian Berkibar

- detikFinance
Jumat, 08 Agu 2008 09:36 WIB
Bisnis Anti Pemalsuan Kian Berkibar
Kudus - Permintaan terhadap kebutuhan kertas keamanan atau sistem anti pemalsuan terus mengalami tren peningkatan sejak era tahun 1990-an. Kesadaran penggunaan anti pemalsuan mulai tinggi dari intansi pemerintah dan kalangan pengusaha.

"Pemalsu cari yang termudah dengan produk yang laku, kalau gak bisa dipalsu cari produk yang lainnya, tidak peduli produknya apa," kata Wakil Presiden Direktur Pura Group Y. Moeljono S. dalam perbicangan dengan detikFinance di lokasi pabrik Pura, Kudus, Jawa Tengah, Kamis malam (7/8/2008).

Dikatakannya, semakin maraknya pemalsuan diberbagai bidang termasuk pemalsuan uang, kemasan obat, pihaknya kebanjiran pesanan dari berbagai produsen makanan, obat-obatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai saat ini Pura Group menjadi satu-satunya perusahaan percetakan dan pengemasan (printing and packaging) di Indonesia yang terintegrasi mulai dari hulu sampai hilir, salah satu produk andalannya adalah produk anti pemalsuan untuk dokumen, uang, dan berbagai macam produk kemasan termasuk makanan, minuman, farmasi dan lain-lain.

"Ada yang mengatakan kalau Pura itu monopoli, padahal kita tidak menghalangi pihak lain untuk membuka kesempatan yang sama, silakan saja," katanya.

Pura sejak tiga tahun terakhir terus mengembangkan sayapnya keberbagai negara di dunia dengan produk anti pemalsuan termasuk kertas untuk uang.

"Usaha kami meningkat adanya market-market baru, dan beberapa produk baru dengan mengembangkan yang baru smart card, solar window system," katanya.

"Ekspor kita tadinya hanya 10% menjadi 30% komposisinya, selebihnya untuk kebutuhan dalam negeri," paparnya.

Ia mencontohkan setiap bulannya, Pura mendapatkan pesanan sebanyak 1,9 miliar bandrol atau cukai rokok berhologram termasuk kemasan bungkus rokok dari berbagai merek.

"Dulu awalnya pihak Cukai tidak mau memakai pita cukai yang memakai hologram, semakin banyak pemalsuan akhirnya mereka pakai juga," ujarnya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads