"Pemalsu cari yang termudah dengan produk yang laku, kalau gak bisa dipalsu cari produk yang lainnya, tidak peduli produknya apa," kata Wakil Presiden Direktur Pura Group Y. Moeljono S. dalam perbicangan dengan detikFinance di lokasi pabrik Pura, Kudus, Jawa Tengah, Kamis malam (7/8/2008).
Dikatakannya, semakin maraknya pemalsuan diberbagai bidang termasuk pemalsuan uang, kemasan obat, pihaknya kebanjiran pesanan dari berbagai produsen makanan, obat-obatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang mengatakan kalau Pura itu monopoli, padahal kita tidak menghalangi pihak lain untuk membuka kesempatan yang sama, silakan saja," katanya.
Pura sejak tiga tahun terakhir terus mengembangkan sayapnya keberbagai negara di dunia dengan produk anti pemalsuan termasuk kertas untuk uang.
"Usaha kami meningkat adanya market-market baru, dan beberapa produk baru dengan mengembangkan yang baru smart card, solar window system," katanya.
"Ekspor kita tadinya hanya 10% menjadi 30% komposisinya, selebihnya untuk kebutuhan dalam negeri," paparnya.
Ia mencontohkan setiap bulannya, Pura mendapatkan pesanan sebanyak 1,9 miliar bandrol atau cukai rokok berhologram termasuk kemasan bungkus rokok dari berbagai merek.
"Dulu awalnya pihak Cukai tidak mau memakai pita cukai yang memakai hologram, semakin banyak pemalsuan akhirnya mereka pakai juga," ujarnya. (hen/ir)











































