Minyak Melorot ke US$ 115

Minyak Melorot ke US$ 115

- detikFinance
Sabtu, 09 Agu 2008 08:50 WIB
Minyak Melorot ke US$ 115
New York - Harga minyak mentah dunia kembali melorot tajam dan berada di level US$ 115 per barel. Sepanjang pekan ini, harga minyak sudah terpangkas hingga 10 dolar.

Pada perdagangan Jumat (8/8/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman September anjlok tajam hingga 4,82 dolar ke level US$ 115,20 per barel.

Secara total, kontrak ini juga telah merosot 32 dolar setelah rekor tertingginya di US$ 147 per barel tercapai pada 11 Juli lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di London, minyak jenis Brent pengiriman September juga merosot 4,53 dolar ke level US4 113,33 per barel.

Harga minyak sempat naik lagi pada Kamis, mengakhiri kemerosotan tajam selama tiga hari sebelumnya. Namun harga kembali merosot pada akhir pekan ini setelah dolar AS menguat tajam atas euro. Penguatan dolar membuat harga-harga komoditas yang umumnya berdenominasi dolar menjadi lebih mahal.

Mata uang tunggal Eropa kemarin merosot tajam di bawah 1,50 dolar untuk pertama kalinya dalam 5 bulan. Penurunan euro terjadi setelah Bank Sentral Eropa memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di 4,25%.

"Berita buruk di Eropa adalah kabar baik untuk dolar dan bearish untuk komoditas," jelas Phil Flynn, analis dari Alaron Trading seperti dikutip dari AFP, Sabtu (9/8/2008).

Harapan bertambahnya suplai juga menyeruak setelah Irak mengumumkan telah menyelesaikan aktivitas eksplorasinya yang sempat terhenti akibat adanya sanksi dari PBB.

Irak berharap bisa meningkatkan cadangan terbukti minyak mentahnya hingga dua kali lipat. Semenara produksi akan ditambah hingga 500.000 barel per hari (bph) dari produksi saat ini 2,5 juta bph, atau setara dengan yang dipompanya sebelum invasi AS dan sekutunya pada Maret 2003.

"Pasar sekarang lebih fokus pada dolar dan temuan penguatan terbarunya. Minyak sepertinya sekarang lebih tidak terpengaruh oleh faktor geopolitik dan risio melambatnya permintaan," imbuh Flynn.

Turunnya harga minyak secara tajam itu membuat saham-saham di bursa Wall Street terus menguat. Turunnya harga minyak itu mampu menghapus kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Indeks Dow Jones pada perdagangan kemarin ditutup naik 2,65% ke level 11.734,32, Standard & Poor's naik 2,39% ke level 1.296,32. Namun Nasdaq turun 2,48% ke level 2.414,10.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads