RI Siap Barter Listrik dengan Malaysia dan Singapura

RI Siap Barter Listrik dengan Malaysia dan Singapura

- detikFinance
Minggu, 10 Agu 2008 15:04 WIB
RI Siap Barter Listrik dengan Malaysia dan Singapura
Jakarta - Indonesia akan melakukan barter listrik dengan Malaysia dan Singapura melalui interkoneksi antar negara. Untuk membangun interkoneksi Sumatera (Indonesia) dan Peninsula (Malaysia), dibutuhkan dana sekitar US$ 800 juta.

Demikian disampaikan Dirut PT PLN (persero) Fahmi Mochtar disela apel Pencanangan Gerakan Hemat Energi dan Air Nasional di Monas, Jakarta, Minggu (10/8/2008).

"ASEAN itu kita lihat potensi power grid di kawasan ASEAN secara menyeluruh. Antara lain kita melakukan studi kelayakan dan sedang ditindaklanjuti untuk penarikan transmisi antara Peninsula Malaysia dengan Sumatera 150 KV dan interkoneksi transmisi 150 KV Batam-Singapura," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya interkoneksi tersebut, maka dimungkinkan adanya pengiriman listrik dari Indonesia ke Malaysia ataupun sebaliknya. Apalagi terdapat perbedaan waktu beban puncak antara Sumatera dengan Peninsula. Peninsula memiliki beban puncak pada siang hari sementara Sumatera pada malam hari.

Fahmi mencontohkan, pada siang hari Sumatera bisa mengirimkan listrik Peninsula yang sedang beban puncak. Sementara pada malam hari, giliran Peninsula yang memberi pasokan tambahan listrik untuk Sumatera yang sedang beban puncak.

Kesepakatan kerjasama ini dimatangkan kedua negara pada "26 ASEAN Official Meeting of Energy" yang digelar di Bangkok pada 7-8 Agustus lalu.

Untuk pembangunan interkoneksi Malaysia, PLN akan bekerjasama dengan Tenaga Nasional Berhard. Dari hasil feasibility study proyek tersebut akan menelan dana hingga US$ 800 juta.

Sementara itu, untuk proyek Indonesia-Singapura, PLN akan bekerjasama dengan Public Utility Board. Namun proyek ini baru sampai pada tahap penandatanganan MoU.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads