Pada perdagangan Senin (11/8/2008) di pasar komoditas Perth, Australia, minyak jenis light pengiriman September sempat naik hingga 1,19 dolar di awal perdagangan. Namun selanjutnya turun lagi dan tercatat di level US$ 116 per barel atau naik 80 sen.
Kontrak ini tercatat merosot tajam hingga 4,82 per barel pada Jumat akhir pekan lalu ke level US$ 115,20 per barel. Sementara minyak Brent pagi ini juga tercatat naik 97 sen ke level US$ 114,30 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira pada saat yang bersamaan juga ada faktor technical rebound setelah penurunan yang tajam pada Jumat lalu," imbuhnya.
Konflik Rusia dan Georgia memanas sejak Kamis pekan lalu sat negara kecil pecahan Soviet itu mengirimkan pasukan ke Ossetia, sebuah provinsi yang pro Rusia dan sudah tak memakai aturan dari Georgia sejak tahun 1990-an. Hingga kini korban-korban dari kedua kubu terus berjatuhan.
Harga minyak juga terdorong oleh ledakan pipa di Turki pekan lalu, yang menyebabkan tertahannya pengapalan minyak ke Pelabuhan Ceyhan, Turki.
Api masih membakar pipa minyak Baku-Tblisi-Ceyhan hingga Sabtu pekan lalu, sementara perbaikan kemungkinan masih memerlukan waktu 2 minggu lebih.
BP menyatakan telah mengurangi produksinya hingga 400.000 barel pare hari dari ladang Azeri-Chirag Gunashli karena kebakaran tersebut.
Harga Emas Juga Turun
Selain minyak, harga-harga komoditas pada pekan lalu juga mencatat penurunan tajam setelah dolar AS berhasil memukul mundur euro dan mata uang dunia lainnya.
Harga emas di pasar London tercatat turun hingga 2% ke level terendah dalam 3 bulan. Emas diperdagangkan di level US$ 850/851 per ounce.
Sementara harga perak juga turun hingga 5% ke level terendah dalam 7 bulan.
(qom/qom)











































