Daging Ayam dan Telur Sumbang 8,4% Inflasi pada Semester I

Daging Ayam dan Telur Sumbang 8,4% Inflasi pada Semester I

- detikFinance
Senin, 11 Agu 2008 11:28 WIB
Daging Ayam dan Telur Sumbang 8,4% Inflasi pada Semester I
Jakarta - Tekanan harga produk unggas seperi telur dan daging ayam masih tinggi terhadap kontribusi inflasi nasional periode semester I 2008. Daging dan telur ayam menyumbang kontribusi terhadap inflasi total,  setidaknya mencapai 8,4 persen.

Demikian disampaikan oleh Deputi Menteri Perkekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi dalam acara seminar nasional "Berapakah harga produk unggas yang pantas, yang diselengarakan oleh  pusat informasi pemasaran (Pinsar) unggas nasional, di Hotel Santika, Jakarta, Senin (11/8/2008).

"Daging ayam dan telur  memberikan 8,4% kontribusi terhadap inflasi Indonesia selama 6 bulan (Januari-Juni)," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu menjelaskan, kenaikan harga daging ayam memberikan kontribusi yang cukup besar yaitu mencapai 5,2% terhadap  total inflasi dan 13%  terhadap inflasi yang disebabkan oleh bahan makanan. Sedangkan untuk telor menyumbang 10,4 % terhadap inflasi bahan makanan dan berkontribusi 3,3% terhadap inflasi total.

Ia menambahkan, kondisi produk perunggasan Indonesia kian suram setelah mengalami masa puncak pada tahun 2002 tumbuh cukup baik yaitu 11%. Kondisinya  melorot setelah  mendapat hantaman kasus flu burung pada  tahun 2003 dan diperparah oleh kendala  faktor daya beli yang rendah karena tingginya harga pakan ternak, seperti jagung, kedelai dan lain-lain.

Pada prinsipnya, kata Bayu, pemerintah ingin masyarakat bisa  meningkatkan konsumi produk unggas daging dan telur lebih banyak karena menyangkut soal gizi sebagai  investasi jangka panjang. Namun disisi lain, lanjut Bayu, pemerintah belum mampu memberikan subsidi ke bidang ini karena lebih banyak mengalokasikan ke sektor bahan bakar minyak (BBM).

"Kenyataannya adalah 60% konsumsi protein masih datang dari produk unggas, selebihnya ikan. Bangsa Indonesia terlalu banyak makan karbohidrat, daya beli ayam dan telur harus ditingkatkan," harapnya.

Konsumsi telur masyarakat Indonesia  masih kurang dari 70 butir per tahun, konsumsi perkapita daging ayam kurang 5 sampai 7 kg per tahun dan  untuk ikan 8 sampai  10 kg per tahun, Untuk  konsumsi karbohidrat 130 kg per tahun kelompok usia produktif.

Hingga kini harga telur ayam  rata-rata  Rp 14 ribu per kg dan daging ayam Rp 20.000 sampai Rp 25.000.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads