Stok Daging Ayam dan Telor Luar Biasa Aman Jelang Puasa

Stok Daging Ayam dan Telor Luar Biasa Aman Jelang Puasa

- detikFinance
Senin, 11 Agu 2008 13:38 WIB
Stok Daging Ayam dan Telor Luar Biasa Aman Jelang Puasa
Jakarta - Kalangan peternak menjamin pasokan daging ayam dan telor aman menjelang lebaran. Sehingga kenaikan harga yang dipicu kekurangan pasokan bisa dihindari, meski kenaikan musiman akan tetap terjadi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum  Pusat Informasi Pasar (Pinsar)  Unggas Indonesia  Hartono dalam acara seminar nasional "Berapakah harga produk unggas yang pantas, yang diselengarakan oleh  pusat informasi pemasaran (Pinsar) unggas nasional, di Hotel Santika, Jakarta, Senin (11/8/2008).

"Demand Juni-Juli terendah untuk semua produk, termasuk  unggas ini titik terendah, menjelang lebaran akan akan ada kenaikan. Pasoka telur dan daging luar biasa aman," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hartono menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan pasokan daging ayam hingga 40.000 ton dan 36.000 ton telur ayam per minggu untuk menjaga pasokan menjelang lebaran.

Menurutnya, kenaikan permintaan produk unggas (telor dan ayam) akan mengalami masa puncak pada masa H-1 dan H+2 awal puasa. Namun pihaknya telah mengantisipasi hal ini dengan melakukan persiapan produksi dan pemerataan produksi.

Hartono mengharapkan harga daging ayam ditingkat peternak bisa mencapai Rp  16 ribu per ekor sehingga ditingkat  eceran  bisa mencapai Rp 18 ribu sedangkan untuk telur diharapkan Rp 15 ribu di tingkat eceran Rp  17 ribu. Harga ini menurutnya masih dianggap rendah.

"Margin 7,1% itu bagi kami sangat tipis, ya paling tidak bisa 5%," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Paulus Setiabudi mengatakan untuk menekan suplai yang terlalu berlebihan maka pelaku usaha pembibitan unggas akan mencoba mengerem produksi bibit unggas agar harga produk unggas tidak jatuh setelah lebaran.

"Kita memiliki kapasitas terpasang bibit 30 juta per minggu. Menjelang lebaran kami melakukan pengetatan  produksi yang kurang lebih 30% dari kapasitas terpasang," jelas Paulus.


  (hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads