Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pusat Informasi Pasar (Pinsar) Unggas Indonesia Hartono dalam acara seminar nasional "Berapakah harga produk unggas yang pantas, yang diselengarakan oleh pusat informasi pemasaran (Pinsar) unggas nasional, di Hotel Santika, Jakarta, Senin (11/8/2008).
"Demand Juni-Juli terendah untuk semua produk, termasuk unggas ini titik terendah, menjelang lebaran akan akan ada kenaikan. Pasoka telur dan daging luar biasa aman," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kenaikan permintaan produk unggas (telor dan ayam) akan mengalami masa puncak pada masa H-1 dan H+2 awal puasa. Namun pihaknya telah mengantisipasi hal ini dengan melakukan persiapan produksi dan pemerataan produksi.
Hartono mengharapkan harga daging ayam ditingkat peternak bisa mencapai Rp 16 ribu per ekor sehingga ditingkat eceran bisa mencapai Rp 18 ribu sedangkan untuk telur diharapkan Rp 15 ribu di tingkat eceran Rp 17 ribu. Harga ini menurutnya masih dianggap rendah.
"Margin 7,1% itu bagi kami sangat tipis, ya paling tidak bisa 5%," imbuhnya.
Sementara itu Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Paulus Setiabudi mengatakan untuk menekan suplai yang terlalu berlebihan maka pelaku usaha pembibitan unggas akan mencoba mengerem produksi bibit unggas agar harga produk unggas tidak jatuh setelah lebaran.
"Kita memiliki kapasitas terpasang bibit 30 juta per minggu. Menjelang lebaran kami melakukan pengetatan produksi yang kurang lebih 30% dari kapasitas terpasang," jelas Paulus.
(hen/qom)











































