RI Minta Bea Masuk Kakao Diturunkan

RI Minta Bea Masuk Kakao Diturunkan

- detikFinance
Senin, 11 Agu 2008 16:40 WIB
RI Minta Bea Masuk Kakao Diturunkan
Jakarta - Pemerintah akan membuat sejumlah langkah penyelamatan industri kakao yang kini sedang diujung tanduk karena merosotnya produksi. Salah satunya adalah lobi untuk meminta penurunan bea masuk kakao di sejumlah negara tujuan ekspor.

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu disela-sela Rapat kerja Departemen Perdagangan Tahun 2008 dengan tema "Mengembangkan kreativitas sektor perdagangan dalam rangka kebangkitan perekonomian nasional" di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/8/2008).

Pada Rabu, 6 Agustus lalu, Wapres Jusuf Kalla memanggil Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian untuk meminta penjelasan seputar turunnya produksi kakao selama semester I-2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika Depdag menyiapkan langkah penyelamatan dengan lobi penurunan bea masuk, maka Deptan akan membantu menyelesaikan masalah dengan melakukan peremajaan tanaman kakao dan lain-lain.

"Ini baru antara lain, waktu kita membahas di kantor Wapres, antara lain peremajaan tanaman kakao karena sudah terkena penyakit. ini satu hal yang harus dilakukan, bibitnya, pupuknya, ini yang harus dilakukan untuk memperbaiki mutu dan menghilangkan penyakit," katanya.
Β 
Menurut Mendag, upaya yang bisa dilakukan oleh Depdag lainnya adalah melakukan sejumlah promosi selain juga permintaan penurunan bea masuk.

"Kita fasilitasi untuk memperbaiki mutu dan tentu promosi keluar dan menjaga supaya tidak terkena diskriminasi dan penurunan bea masuk di pasar tujuan," jelasnya.

Mengenai berapa besaran penurunan ekspor tersebut, Mari mengatakan angkanya berkisar antara 10% sampai 20%. "Saya lupa, mungkin hampir sama atau turun 10% sampai 20% Januari sampai Juni," kiranya.

Ia menambahkan bahwa sekarang ini pemerintah Indonesia telah mendapatkan fasilitas penurunan bea masuk dari China untuk produk kakao sehingga diharapkan bisa menggurangi hambatan ekspor produk kakao Indonesia ke negara tirai bambu tersebut. "RRT sudah kita dapatkan," ungkap Mari.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads