Field Manager PLTU Cilacap Sutikno mengakui, kedatangan pasokan batubara yang cukup padat ini dilakukan untuk menjaga agar pembangkit tetap beroperasi.
"PLTU masih beroperasi, jadwal kedatangan tongkang berikutnya masih cukup padat, paling sedikit masih ada 7 tongkang sampai 31 Agustus 2008," ujarnya melalui email ke detikFinance, Senin (11/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PLTU Cilacap yang dikelola swasta, yaitu PT Sumber Segara Prima, ini memang kerapkali mengalami krisis pasokan batubara. Bahkan beberapa kali diantaranya pembangkit berkapasitas 2x300 MW ini terpaksa berhenti operasi untuk sementara waktu karena masalah batubara.
Sebut saja kejadian awal Januari 2008 silam. PLTU ini harus berhenti karena pasokan batubaranya yang tersendat gara-gara ka[al pengangkut yang tertahan cuaca buruk.
Hal lain terjadi pada Juni 2008 dimana pemasok batubara PLTU Cilacap sengaja menghentikan pasokannya karena PT Sumber Segara Prima (PT SSP) yang tidak melakukan pembayaran tagihan pasokan sesuai jadwal.
Akhirnya, PLN yang sebelumnya hanya membeli listrik dari PLTU Cilacap berinisiatif mengambil alih pembayaran batubara ini. Jika sebelumnnya pembayaran dilakukan melalui PT SSP, kini PLN membayarkan langsung tagihan batubara ke pemasok-pemasok batubara.
Dirut PLN Fahmi Mochtar menyatakan, jika PT SSP kembali gagal memasok listrik sesuai kontrak, maka PLN akan mengenakan pinalti ataupun sangsi.
"Kita ada pasal denda yang akan kita terapkan ke mereka. Yang kita lakukan ya pinalti terhadap kontraknya. Pinaltinya itu berupa denda terhadap ketidakmampuan mereka mensuplai listrik ke kita," ujarnya ketika dihubungi kemarin.
Fahmi menjelaskan, saat ini PLN memang mengambil alih pembayaran tagihan batubara untuk PLTU Cilacap. Namun untuk pengelolaan pesanan dan jadwal pasokan tetap diurus PT SSP sebagai pengelolanya.
"Mengenai order dan kapan mesti dipasok ya mereka yang atur. Kalau mau bikin 1 hari atau 1 minggu, mereka yang atur. Namun kami coba terus memantau," katanya.
(lih/qom)











































