Uni Emirat Pasar Empuk Bagi RI

Uni Emirat Pasar Empuk Bagi RI

- detikFinance
Rabu, 13 Agu 2008 09:39 WIB
Uni Emirat Pasar Empuk Bagi RI
Jakarta - United Arab Emirates (UAE) atau yang biasa disebut sebagai Uni Emirat Arab merupakan pasar yang empuk bagi Indonesia karena negara federasi terkaya di Timur Tengah ini menerapkan perdagangan bebas untuk produk-produk yang masuk ke negaranya.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai Husen Bagis dalam acara rapat kerja Departemen Perdagangan, di Hotel Borobudur Selasa malam (12/8/2008).

UAE menerapkan bea masuk 0% sampai 5% kecuali untuk produk rokok dan minuman beralkohol tarifnya relatif tinggi. Negara ini memberlakukan perdagangan bebas, tanpa hambatan tarif dan non-tarif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua barang dapat dipasarkan di Dubai selama kualitasnya baik dan harga wajar serta kompetitif, hubungan bilateral UAE, khususnya bidang ekonomi sebenarnya belum besar," katanya.

Dikatakannya pangsa pasar tahun UAE untuk produk Indonesia pada tahun 2007 hanya 1,35%, pada kuartal I 2008 baru mencapai 1,12%. Indonesia sebagai pemasok peringkat ke-17 atau di bawah Malaysia yang berada di peringkat 12 dan Thailand peringkat ke-15.

"Pengusaha Indonesia masih sedikit yang berkunjung ke UAE, mereka (UAE) lebih banyak investasi ke Malaysia, Vietnam dan Thailand," katanya.

Menurutnya Investasi UAE di Indonesia sampai Agustus 2008 diperkirakan hanya US$ 5 miliar yang di alokasikan untuk pembangunan resort, perhotelan, pelabuhan, telekomunikasi dan pertambangan batubara. "Dubai mewakili 80% perdagangan UAE," jelasnya.

Total perdagangan Dubai dengan Indonesia tahun 2007 tercatat US$ 1,15 miliar atau meningkat 34,69% dibandingkan 2006. Dari angka itu ekspor dubai ke Indonesia sebesar US$ 54 juta atau menurun 58% impor Dubai tercatat US$ 1,1 miliar meningkat tajam 51% .

Pada kuartal I tahun 2008 impor Dubai mencapai US$ 239,16 juta atau meningkat 18,35% dibanding periode yang sama tahun 2007. Ekspor Dubai menurun pada kuartal I tahun 2008 yaitu hanya US$ 5,72 juta atau turun 47,04%.

"Ekspor ke Dubai ditargetkan tumbuh 40% untuk non-migas untuk menggarap pasar non tradisional pada tahun 2008," katanya.

Ia mengatakan defisit perdagangan Dubai dari Indonesia sebesar US$ 287,44 juta, umumnya semua produk ekspor Indonesia mengalami peningkatan, namun ada beberapa produk Indonesia yang ekspornya turun seperti ban kendaraan turun 14,5 %, kertas dan produk ertas turun 22,43%, plywood turun 95,85%.

Mengenai perdagangan Dubai non migas tahun 2007 tercatat ekspor UAE mencapai US$ 9,8 miliar dan impor US 108 miliar, re-ekspor US$ 33,8 miliar. Dari data itu sekitar 80% sumbangan dari perdagangan luar negeri yang dilakukan Dubai (ekspor Dubai tercatat US$ 7,3 miliar, impor US$ 81 miliar dan re-ekspor US$ 27 miliar.

UAE bentuk negara federasi dengan 7 emirat yaitu Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Ajman, Fujairah, Ras Al Khaimah, Umm Al Quwain.

UAE negara terkaya di Timur Tengah dengan pendapatan per kapita hingga US$ 36.390 dengan penduduk 4,5 juta pada tahun 2007 dengan GDP US$ 191 miliar, laju pertumbuhan ekonomi 7,4%. (hen/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads