Namun IMF memberikan peringatan tentang risiko penurunan harga komoditas dan juga kondisi perekonomian dunia yang masih belum memberikan dukungan bagi perekonomian Indonesia.
Demikian penilaian Dewan Eksekutif IMF dalam Artikel IV tentang Indonesia seperti dikutip detikFinance dari situsnya, Rabu (13/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pertumbuhan ekspor tetap kuatΒ didukung oleh kuatnya permintaan atas komoditas-komoditas dari Indonesia.
Momentum pertumbuhan terus berlanjut hingga kuartal I-2008. Hasilnya, tingkat kemiskinan dan pengangguran turun cukup signifikan, meski angkanya dinilai masih cukup tinggi yakni masing-masing 15,4% dan 8,5%.
"Direktur Eksekutif IMF menyambut baik ketangguhan ekonomi Indonesia melawan perlambatan ekonomi dunia dan gejolak di pasar finansial berkat fundamental makro ekonomi yang kuat dan sistem perbankan yang didukung likuiditas tinggi dan permodalan yang cukup," demikian penilaian dari IMF.
Meningkatnya permintaan domestik dan tumbuhnya ekspor yang didukung oleh tingginya harga komoditas dinilai IMF telah memberikan kontribusi atas baiknya performa ekonomi Indonesia.
"Namun risiko penurunan adalah berhubungan dengan lingkungan eksternal yang kurang nyaman, dan kemungkinan penurunan harga komoditas," imbuh IMF.
Kenaikan Suku Bunga
IMF juga mengingatkan tentang tingginya inflasi akibat naiknya harga pangan dan bahan bakar serta kuatnya permintaan domestik. IMF menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga dan mempertimbangkan penerapan kebijakan moneter ketat.
"Dewan Direktur IMF menyarankan otoritas bersangkutan untuk terus memperkuat inflation targeting framework, melalui komunikasi yang efektif, publikasi proyeksi IMF dan komitmen yang kuat atas target jangke menengah," jelas IMF.
IMF juga menyatakan sepakat dengan keputusan BI yang mengalihkan target operasi moneter ke suku bunga overnight. (qom/ir)











































