Pabrik ini merupakan hasil kerjasama antara Orica Australia dengan PT Armindo. Pengoperasian pabrik akan dilakukan oleh perusahaan patungan Orica dan Armindo yakni PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI).
Pabrik ini rencananya dibangun untuk memenuhi kebutuhan bahan peledak industri pertambangan lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik peledak ini akan siap berproduksi pada awal 2011 dan memiliki kapasitas produksi ammonium nitrat sebesar 300.000 ton per tahun. Hasil produksi akan digunakan untuk kebutuhan dalam negeri dulu, untuk mengganti kebutuhan impor.
Untuk investasi awal, KNI telah mengeluarkan dana sebesar US$ 60 juta untuk pembebasan lahan serta pembuatan alat-alat kebuthan pabrik.
Proyek prestisius ini memakan dana investasi sebesar US$ 550 juta, dan merupakan investasi terbesar yang ditanamkan perusahaan Australia di Indonesia sejak tahun 1998.
Orica Limited merupakan perusahaan penghasil bahan peledak komersil terbesar di dunia. Setiap tahun, setidaknya 30% dari kebutuhan bahan peledak bagi industri pertambangan dunia mendapatkan suplainya dari Orica.
(ddn/qom)











































