Ekonomi Dunia Paling Cepat Baru Pulih Tahun 2010

Ekonomi Dunia Paling Cepat Baru Pulih Tahun 2010

- detikFinance
Rabu, 13 Agu 2008 14:37 WIB
Jakarta - Pemulihan ekonomi dunia diperkirakan paling cepat dapat terwujud di tahun 2010. Dominasi ekonomi dunia oleh dua saudara kembar Amerika Serikat dan Uni Eropa disinyalir masih belum dapat memberi kesempatan pada emerging market untuk segera pulih.

"Pada kenyataannya, 50% ekonomi dunia masih dikendalikan oleh Amerika Serikat dan Eropa, sehingga cukup sulit bagi emerging market seperti Asia menjadi penyelamat ekonomi dunia dengan segera," ujar Kepala Ekonom Deutsche Bank Group, Norbert Walter.

Demikian disampaikan dalam paparan di hotel Intercontinnental, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (13/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walter menjabarkan, Amerika Serikat saat ini menguasai kurang lebih 25% ekonomi dunia. Uni Eropa pun ditaksir menguasai dalam jumlah yang sama. Sisanya sebesar 50% terbagi di berbagai wilayah seperti Asia, Amerika Latin dan areal lainnya.

"Kami melihat beberapa pandangan yang beranggapan bahwa pemulihan ekonomi dunia dapat diwujudkan dalam waktu cepat agak kurang realistis," ujar Walter.

Walter menambahkan, meski emerging market seperti Asia saat ini sedang bangkit, namun kekuatannya belum cukup untuk mendrive pemulihan ekonomi dunia dalam waktu cepat.

"Oleh sebab itu butuh waktu bagi Asia untuk berkembang hingga dapat mendrive pemulihan ekonomi dunia," jelas Walter.

Menurut Walter, paling cepat pemulihan bisa dilakukan pada 2010. Bahkan diperkirakan bisa lebih mundur lagi, jika terjadi berbagai perubahan kondisi ekonomi yang dapat mempengaruhi perkembangan emerging market.

"Namun kami melihat emerging market seperti Cina dapat dijadikan penopang pemulihan ekonomi dunia. Sebab Cina yang sedang berkembang akan membutuhkan investasi besar di sektor infrastruktur," urai Walter.

Bagi negara-negara emerging market lainnya, sektor komoditas dapat dijadikan penopang bagi ekonominya masing-masing.

"Jepang dan Korea misalnya. Mereka cenderung mengarah pada pengembangan energi terbarukan. Untuk negara-negara seperti Indonesia, Brasil dan sebagainya cenderung mengarah pada komoditas perkebunan dan pertambangan," ujar Walter.

Meski demikian, sebagaimana dikatakan Walter di atas, emerging market membutuhkan waktu untuk dapat mendorong pemulihan ekonomi dunia, paling cepat di 2010.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads