Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di Gedung Perbendaharaan Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (13/8/2008).
"Pertumbuhan ekonomi triwulan II proyeksi kami 6,1% dan kami sudah mendapatkan data dari BPS, besok pengumuman resminya dari BPS dan akan lebih baik," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Optimisme ini dilandasi oleh berbagai indikator ekonomi yang terjadi pada Juli hingga awal Agustus ini secara umum menunjukkan perkembangan yang positif," tuturnya.
Anggito mengatakan hasil pemantauan dini yang setiap bulan dilakukan oleh Depkeu menunjukkan bahwa berbagai indikator ekonomi antara lain pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, suku bunga, harga minyak mentah ICP, lifting minyak, konsumsi BBM dan konsumsi elpiji menunjukkan kecenderungan yang positif.
"Hanya saja 1 hal yang patut untuk mendapatkan perhatian adalah tingginya laju inflasi, walaupun kondisi yang sama juga terjadi di negara lain. Inflasi di 2008 tidak akan turun di bawah 10%," jelasnya.
Anggito mengatakan yang jadi penopang pertumbuhan ekonomi adalah kinerja yang baik dari konsumsi, investasi, ekspor, imoor serta perkembangan belanja negara.
"Impor barang modal, misalnya mengalami peningkatan yang tinggi hingga Juli 2008 kemarin, impor barang modal tumbuh 53,5% (year to date), penjualan semen sebesar 21,1% (year to date), kredit investasi naik hingga 30,7 (yoy), kredit modal kerja naik 37% (yoy) dan investasi melalui PMA dan PMDN naik 23,2% year to date," paparnya. (dnl/ddn)











































