Kepala Satuan Energi Primer PT PLN (persero) Nasri Sebayang menjelaskannya disela Indo Mining and Energy di Hotel Sangri-La, Jakarta, Rabu (13/2/2008).
"Muara Tawar akan beroperasi dengan gas sebanyak 230 mmscfd pada November," ujar Nasri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pembangkit ini dijadwalkan sudah bisa beroperasi dengan gas sejak Juli 2008. Gas sebanyak 230 mmscfd ini berasal dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebesar 200 mmscfd dan 30 lainnya berasal dari Pertamina. Harga untuk gas dari Pertamina mencapai US$ 4,5 per mmscfd.
Sementara untuk gas yang dipasok PGN, ada 50 mmscfd yang dihargai US$ 4,5 per mmscfd untuk kontrak 5 tahun, dan 150 mmscfd lainnya dihargai US$ 5,6 mmscfd untuk kontrak selama 3 tahun.
Selain PLTGU Muara Tawar, gasifikasi juga akan diterapkan di PLTGU Tambak Lorok. Bulan ini rencananya PLN akan meneken kesepakatan pasokan gas dari Petronas Gundih sebanyak 120 mmscfd. Namun gas tersebut baru akan mulai dialirkan pada 2011. (lih/ddn)











































