Harga minyak pada perdagangan Rabu (13/8/2008) kemarin ditutup naik hingga 2,99 dolar ke level US$ 116,00 per barel. Sementara minyak Brent naik 2,33 dolar ke level US$ 113,47 per barel.
Akibat kekhawatiran soal seberapa besar permintaan, harga minyak sempat melorot hingga level terendahnya dalam 3 bulan di US$ 112,31 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara minyak mentah cadangan AS turun hingga 400.000 barel. Penurunan cadangan itu terjadi setelah sejumlah perusahaan minyak yang beroperasi di Teluk Meksiko menghentikan sementara produksinya akibat badai tropis Edouard.
"Produksi kilang dan impor yang lebih rendah membawa penurunan cadangan produk BBM pada pekan lalu," ujar Tim Evans, analis dari Citi Futures Perspective seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/8/2008).
Wall Street Kembali Melorot
Sementara saham-saham di AS kembali melorot dengan sentimen utama masih terfokus pada masalah kredit yang tak kunjung reda menghantam saham-saham sektor perbankan.
Ditambah sentimen negatif kenaikan harga minyak dan proyeksi lemahnya kinerja peritel dikhawatirkan kembali mengganggu belanja konsumen.
Saham-saham sektor finansial di Wall Street melanjutkan pelemahannya akibat berlanjutnya kerugian krisis. Bapepam AS kini hampor mencapai kesepakatan yang akan memaksa bank-bank untuk mengeluarkan miliaran dolar untuk lelang surat berharganya yang sekarang tidak likuid, pada harga yang sesungguhnya.
Indeks Dow Jines kemarin turun 109,51 poin (0,94%) ke level 11.532,96, S&P turun 3,76 poin (0,29%) ke level 1.285,83 dan Nasdaq turun 1,99 poin (0,08%) ke level 2.428,62.
(qom/qom)











































