Keputusan untuk menurunkan harga BBM itu dilakukan 3 pekan setelah Vietnam mengumumkan kenaikan harga BBM sebesar 36% pada 21 Juli lalu.
Penurunan harga BBM dilakukan setelah harga minyak turun hingga ke level US$ 115 per barel, meski sempat mencapai puncak di US$ 147 per barel pada 11 Juli lalu. Meski pada hari ini harga minyak naik hingga 3 dolar, namun secara total minyak sudah turun hingga 20% dari level tertingginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bensin beroktan 92 turun ke 18.000 dong atau sekitar Rp 9.975 per liter dari harga sebelumnya 19.000 dong. Namun jika dibandingkan akhir 2007, harga bensin beroktas 92 itu masih naik 40%.
Sementara untuk yang beroktan 95 turun 4% menjadi 18.500 dong (US$ 1,12) per liter. Solar tak berubah, tetap 15.950 dong.
Vietnam merupakan salah satu negara yang memiliki ketergantungan besar pada impor BBM karena kurangnya kapasitas produksi kilang-kilangnya. Vietnam tercatat sebagai importir terbesar kedua di Asia untuk produk bensin dan solar.
Vietnam terus mengembangkan kapasitas kilangnya, dan rencananya kilang Dung Quat dengan kapasitas 140.000 barel per hari akan beroperasi pada Februari 2009.
"Penyesuaian harga sejalan dengan pergerakan harga dunia dan bertujuan untuk meminimalisir dampak dari tingginya harga BBM pada aktivitas produksi dan hajat hidup masyarakat," ujar Departemen Keuangan Vietnam dalam pernyataannya.
Penurunan harga ini juga diharapkan bisa mengurangi tekanan inflasi Vietnam yang sudah mencapai 2 kali lipat dari tahun 2007. Pemerintah Vietnam sebelumnya menyatakan, harga minyak secara langsung memberikan kontribusi sekitar 2,58% terjadi Indeks Harga Konsumen.
Vietnam sebelumnya telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya menjadi 7% dari semula 8,5-9%, sementara suku bunga dinaikkan untuk meredam dampak inflasi. (qom/ir)











































