Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri ESDM bidang Informasi dan Komunikasi Kardaya Warnika usai mendampingi Menteri ESDM bertemu dengan Dirut PetroVietnam di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/8/2008).
"Tadi PetroVietnam cerita mereka sudah pergi investasi ke negara mana-mana. Intinya mereka berminat untuk melakukan investasi atau kerjasama di Indonesia. Mereka akan fokus di upstream," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini PetroVitenam sudah menggarap beberapa lokasi migas seperti di Iran, Amerika Selatan, Afrika Utara, dan lain-lain.
Dirut Pertamina Ari Soemarno menambahkan, PetroVietnam juga terikat kerjasama tripartit dengan Pertamina dan Petronas. Ketiga perusahaan ini bekerjasama menggarap lapangan migas di masing-masing negara.
Di Vietnam, mereka menggarap sebuah lapangan migas di lepas pantai Laut Cina Selatan. Lapangan ini diharapkan bisa berproduksi pada 2011 dengan volume sekitar 5.000 barel per hari. Sayangnya bagian Pertamina di kerjasama ini sangat kecil, hanya 10%.
Di Malaysia, tiga perusahaan itu menggarap lapangan SK305 yang diharapkan bisa produksi 2009 dengan volume 5.000 barel per hari. Bagian Pertamina di kerjasama ini sekitar sepertiganya. Sementara di Indonesia, mereka bekerjasama di Randu Gunting, namun masih dalam tahap seismik.
(lih/ddn)











































