Hal ini dikatakan oleh Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis 14/8/2008).
"Ekspor menyumbang 108% terhadap pertumbuhan 2,44% di kuartal II-2008, bisa dibilang Indonesia bertumbuh dari ekspor," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2008 sebagian besar bersumber dari komponen ekspor barang dan jasa yang sumbangannya tumbuh 7,7 persen.
Sumbangan terbesar kedua yang sebesar 3% dari konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen terbesar PDB. Pembentukan modal tetap bruto dan konsumsi pemerintah memberikan kontribusi yang paling kecil terhadap total pertumbuhan PDB dengan kontribusi masing-masing sebesar 2,8 persen dan 0,2 persen.
Slamet mengatakan pada kuartal II-2008, pertumbuhan ekspor mencapai 5,19% dari ekspor bahan bakar mineral, mesin elektronik dan pesawat mekanik, pakaian jadi dan barang rajutanm ikan dan udang, kapal terbang dan bagiannya.
Sementara Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan angka pertumbuhan kuartal II-2008 sebesar 6,39% merupakan angka yang bagus di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
"Faktor pendorong masih ekspor, investasi masih bagus, kalau kita kaitkan dengan kenaikan BBM jangan lupa kenaikan BBM itu terjadi pada akhir Mei, kalau dari April-Mei masih oke. Ini sebenarnya surprise BBM naik tapi pertumbuhan masih
oke, gairah ekonominya masih kencang," tuturnya usai menghadiri peluncuran buku RPJMN 2004-2009 di Kantor Pusat Bappenas, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta. (dnl/qom)











































