Pada perdagangan Kamis (15/8/2008), minyak jenis light pengiriman September turun 99 sen ke level US$ 115,01 per barel. Sementara minyak jenis Brent juga turun 83 sen ke level US$ 112,64 per barel.
Sementara saham-saham di Wall Street naik terbatas dengan sentimen positif dari penurunan harga minyak yang diharap bisa mengurangi tekanan inflasi. Saham-saham sektor keuangan yang sebelumnya terkena derasnya aksi jual akhirnya rebound.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar sebelumnya sempat melemah setelah data pemerintah menunjukkan bahwa indeks harga konsumen naik hingga 2 kali yang diperkirakan pada Juli. Namun saham-saham selanjutnya menguat setelah harga minyak kembali turun, sehingga meredakan kecemasan akan dampak inflasi.
"Pasar benar-benar melihat data inflasi pagi ini, yang cukup mengkhawatirkan namun selanjutnya pasar melihat tekanan inflasi akan mereda," kata Craig Peckham, analis dari Jefferies & Company seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/8/2008).
"Harga minyak yang turun meredakan tekanan pada iflasi. Ini secara alamiah akan membawa rebound pada saham-saham," imbuhnya. (qom/qom)










































