Ketua DPR RI Agung Laksono menyatakannya dalam pidato di sidang paripurna, Gedung DPR-RI, Jakarta, Jumat (15/8/2008).
"Kalangan Dewan pun masih meragukan efektifitas dari pelaksanaan kebijakan ini. Dewan justru khawatir, kebijakan ini dapat bersifat kontra produktif," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini telah terjadi di beberapa daerah dan sangat dikeluhkan oleh masyarakat. Karena krisis listrik inilah, pemerintah baru-baru ini mengeluarkan SKB 5 menteri tentang pergeseran waktu kerja bagi industri manufaktur ke hari Sabtu-Minggu," ujarnya.
Krisis energi listrik yang melatarbelakangi pemadaman bergilir ini, menurut Dewan disebabkan terutama masalah ketersediaan batubara.
Dewan juga mengingatkan bahwa krisis energi juga bisa berdampak pada iklim investasi, apalagi pemerintah baru saja menerbitkan paket kebijakan ekonomi melalui instruksi presiden no 5 tahun 2008 untuk memperbaiki iklim investasi.
"Keterbatasan energi sudah lama dikeluhkan para investor, oleh karena itu harus tetap dijaga jangan sampai kebijakan iklim investasi tersebut gagal, karena kebijkan instan yang dapat mengganggu sektor produktif," katanya.Β (lih/ir)











































