Subsidi RAPBN 2009 Capai Rp 227,2 Triliun

Subsidi RAPBN 2009 Capai Rp 227,2 Triliun

- detikFinance
Jumat, 15 Agu 2008 10:53 WIB
Subsidi RAPBN 2009 Capai Rp 227,2 Triliun
Jakarta - Subsidi pemerintah pada 2009 mencapai Rp 227,2 triliun atau sekitar 27,8% dari RAPBN 2009. Jumlah itu terutama dialokasikan untuk subsidi BBM sebesar Rp 101,4 triliun, subsidi listrik Rp 60,4 triliun, dan subsidi pangan, pupuk, dan benih sebesar Rp 32 triliun.

Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato kenegaraan di depan Sidang Paripurna, Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (15/8/2008).

"Pemerintah akan terus memperbaiki kebijakan subsidi agar makin tepat dan tidak terjadi salah sasarn, serta mengevaluasi anggaran subsidi berdasarkan perkembangan harga minyak di pasar dunia," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total anggaran belanja pemerintah pusat dalam 2009, sekitar 36% atau Rp 312,6 triliun dialokasikan untuk belanja kementerian negara/lembaga.

Anggaran tersebut belum termasuk tambahan anggaran pendidikan untuk memnuhi amanat konstitusi sebesar Rp 46,1 triliun yang kami usulkan dalam Nota Keuangan tambahan.

Sebagai upaya mengendalikan subsidi BBM, pemerintah akan mempercepat program konversi minyak tanah ke elpiji dan mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi melalui kebijakan fiskal dan nonfiskal.

Untuk kaitan dengan penghematan subsidi listrik, Presiden mengaku menghargai pengertian masyarakat dan dunia usaha terkait pergeseran jam kerja sektor industri untuk mengurangi beban puncak pemakaian listrik.

"Insya Allah, dalam beberapa waktu kedepan, penyediaan energi listrik akan dapat bertambah melalui pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW," katanya.

Sementara untuk sektor pertanian, pengalokasian subsidi pupuk dan benih yang lebih besar dalam tahun 2009, diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi pertanian, utamanya padi, jagung, dan kedelai pada tahun depan.

Peningkatan subsidi pangan direncanakan untuk membantu penyediaan beras dengan harga yang lebih murah bagi sekitar 19 juta rumah tangga sasaran.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads