Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato kenegaraan di depan Sidang Paripurna, Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (15/8/2008).
"Pemerintah akan terus memperbaiki kebijakan subsidi agar makin tepat dan tidak terjadi salah sasarn, serta mengevaluasi anggaran subsidi berdasarkan perkembangan harga minyak di pasar dunia," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggaran tersebut belum termasuk tambahan anggaran pendidikan untuk memnuhi amanat konstitusi sebesar Rp 46,1 triliun yang kami usulkan dalam Nota Keuangan tambahan.
Sebagai upaya mengendalikan subsidi BBM, pemerintah akan mempercepat program konversi minyak tanah ke elpiji dan mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi melalui kebijakan fiskal dan nonfiskal.
Untuk kaitan dengan penghematan subsidi listrik, Presiden mengaku menghargai pengertian masyarakat dan dunia usaha terkait pergeseran jam kerja sektor industri untuk mengurangi beban puncak pemakaian listrik.
"Insya Allah, dalam beberapa waktu kedepan, penyediaan energi listrik akan dapat bertambah melalui pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW," katanya.
Sementara untuk sektor pertanian, pengalokasian subsidi pupuk dan benih yang lebih besar dalam tahun 2009, diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi pertanian, utamanya padi, jagung, dan kedelai pada tahun depan.
Peningkatan subsidi pangan direncanakan untuk membantu penyediaan beras dengan harga yang lebih murah bagi sekitar 19 juta rumah tangga sasaran.
(lih/qom)











































