"Anggaran tambahan sebesar Rp 46 triliun di tahun 2009 sebagian besar akan disalurkan ke daerah. Dana itu akan digunakan untuk penuntasan wajib belajar, peningkatan kesejahteraan guru baik negeri dan swasta dan untuk meningkatkan mutu SMK," kata Mendiknas Bambang Sudibyo.
Hal itu diungkapkan Bambang usai acara penyampaian nota keuangan 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2008).
Penggunaannya akan disertai pengawasan yang berlapis sesuai aturan BPK dan BPK. "Semua dana tidak ada yang saya biarkan," kata Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sebenarnya mutu pendidikan selama ini pun sudah meningkat. Untuk dana ini pola penyalurannya akan dilakukan secara langsung, dana akan langsung digunakan oleh sekolah, kalau sampai ada yang korupsi ya kita kenakan pidana korupsi," katanya.
Bambang menjelaskan, anggaran pendidikan itu semula dapat Rp 52 triliun, tapi sekarang ada tambahan Rp 46 triliun. Tapi dari jumlah itu belum dibagi berapa yang ke diknas, berapa yang ke departemen agama dan berapa yang ke daerah.
"Terutama untuk gaji guru, yang berada di bawah diknas saja kira-kira bisa menyerap sampai Rp 10 triliun. Untuk kenaikan gaji guru seperti yang disiapkan, belum termasuk guru di bawah depag," ujarnya.
Pemerintah lanjut Bambang, sebenarnya sudah berancang-ancang untuk memenuhi anggaran 20%, tapi karena harga minyak terus tinggi ini menjadi tidak mungkin. Tapi karena belakangan harga minyak turun terus sehingga Menkeu jadi percaya diri untuk bisa mengusulkan asumsi makro yang lebih kondusif.
"Dimana subsidi bisa diturunkan dan setelah dihitung-hitung cukup menambah Rp 46 triliun sudah bisa mencukupi 20% tersebut," katanya.
Namun menurut Bambang memang belum ada perincian dana anggaran tersebut karena penambahan dana hingga 20% baru diputuskan Presiden SBY dua hari lalu.
Diknas juga akan membagikan buku gratis pada 20 Agustus 2008 bersamaan dengan pembukaan Olimpiade Astronomi dan Astrofisika yang diluncurkan Presiden. Buku gratisnya ada 407 jilid buku yang hak miliknya sudah dimiliki diknas. (ir/qom)











































