"Tentunya pasar dunia sendiri dan regional, kalau pasar regional pertumbuhannya masih positif. Target ekspor nonmigas 13,5 %, kita anggap target minimum saja," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.
Ia menyampaikan hal itu usai mengikuti pidato kenegaraan Presiden terkait RUU APBN 2009 yang disertai Nota Keuangan di depan Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakuinya, hambatan ekspor Indonesia masih terkendala masalah non-tarif berupa aturan ekspor yang ketat ke negara tujuan utama seperti Uni Eropa. Namun ia optimistis pasar di wilayah ini tetap menjadi salah satu pasar terbesar
"Perlu koordinasi Deptan, Depdag dan Deplu. Kita usahakan agar tidak terjadi diskriminasi terhadap produk ekspor kita," ungkapnya.
"Kita harus melihat prospek perekonomian dunia dan realisasi investasi. Intinya prospek ekspor untuk otomotif dan lainnya masih baik tahun ini tapi untuk tahun depan kaitannya dengan investasi tahun ini harus meningkat untuk bisa meningkatkan ekspor tahun depan," pungkas Mendag.
(hen/qom)










































