Barang Elektronik Haram Masih Merajalela di Batam

Barang Elektronik Haram Masih Merajalela di Batam

- detikFinance
Minggu, 17 Agu 2008 12:20 WIB
Barang Elektronik Haram Masih Merajalela di Batam
Jakarta - Setelah melakukan sidak di Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai di Tanjung Priok dan di Bandara Djuanda Surabaya, beberapa hari lalu pihak Bea dan Cukai melakukan sidak di KPU Batam, hasilnya ditemukan lagi produk elektronik ilegal.

Hal ini dikatakan oleh Dirjen Bea Cukai Anwar Supriyadi usai acara pengibaran bendera HUT Ke-63 RI, di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (17/8/2008).

"Lagi kita usut, kemarin sudah coba kerjasama dengan TNI AL menangkap barang lagi. Barang-barangnya seperti elektronik, barang-barang cukup mewah dari Singapura," kata Anwar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan dengan ditemukannya barang-barang ilegal di kawasan Batam, itu menunjukan bahwa tingkat kepatuhan para pihak belum sepenuhnya dilakukan. Terlebih lagi wilayah Batam menjadi wilayah Free Trade Zone (FTZ).

"Kami mohon pengertian semua pihak bahwa FTZ tidak untuk penyalahgunaan, karena Bea Cukai siap untuk tegas," jelasnya

Beberapa waktu lalu ditjen Bea dan Cukai melakukan sidak di KPU Bea Cukai Bandara Djuanda, Surabaya ditemukan dua orang petugas kedapatan menerima suap sebesar Rp 128 juta.

Menurut Anwar, pemeriksaan mendadak di KPU Bandara Djuanda itu dilakukan tepat 2 minggu setelah Bea Cukai bersama dengan KPK menggeledah KPU Tanjung Priuk, April lalu.

Motor Gede


Sementara itu mengenai peredaran jumlah motor gede (moge) ilegal yang meningkat pada tahun ini, Anwar enggan memberikan rianciannya. Bahkan ia mengatakan belum sempat menghitung hasil tangkapan moge ilegal hasil kerja anak buahnya.

"Gak juga, yang kita tangkap juga ada, tapi yang resmi banyak juga. Soal berapanya, saya gak ngitung karena saya tidak termasuk penggemar moge," ujarnya sambil tertawa.

Beberapa tahuh lalu, Bea dan Cukai sering mendapatkan temuan impor moge ilegal yang berasal dari berbagai negara, termasuk dari berbagai merek seperti Harley Davidson, BMW dan lain-lain.

Terkait pencapaian target kinerja Bea Cukai pada tahun 2009, Anwar mengatakan bahwa sekarang ini dan seterusnya pihaknya akan terus melakukan reformasi internal dan peningkatan kepatuhan kepada semua pihak yang berkepentingan dengan Bea dan Cukai.

"Reformasi terus lanjutkan. Kita tingkatkan kepatuhan," ucapnya.
(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads