Hal ini dikatakan oleh Dirjen Bea Cukai Anwar Supriyadi usai acara pengibaran bendera HUT Ke-63 RI, di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (17/8/2008).
"Lagi kita usut, kemarin sudah coba kerjasama dengan TNI AL menangkap barang lagi. Barang-barangnya seperti elektronik, barang-barang cukup mewah dari Singapura," kata Anwar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mohon pengertian semua pihak bahwa FTZ tidak untuk penyalahgunaan, karena Bea Cukai siap untuk tegas," jelasnya
Beberapa waktu lalu ditjen Bea dan Cukai melakukan sidak di KPU Bea Cukai Bandara Djuanda, Surabaya ditemukan dua orang petugas kedapatan menerima suap sebesar Rp 128 juta.
Menurut Anwar, pemeriksaan mendadak di KPU Bandara Djuanda itu dilakukan tepat 2 minggu setelah Bea Cukai bersama dengan KPK menggeledah KPU Tanjung Priuk, April lalu.
Motor Gede
Sementara itu mengenai peredaran jumlah motor gede (moge) ilegal yang meningkat pada tahun ini, Anwar enggan memberikan rianciannya. Bahkan ia mengatakan belum sempat menghitung hasil tangkapan moge ilegal hasil kerja anak buahnya.
"Gak juga, yang kita tangkap juga ada, tapi yang resmi banyak juga. Soal berapanya, saya gak ngitung karena saya tidak termasuk penggemar moge," ujarnya sambil tertawa.
Beberapa tahuh lalu, Bea dan Cukai sering mendapatkan temuan impor moge ilegal yang berasal dari berbagai negara, termasuk dari berbagai merek seperti Harley Davidson, BMW dan lain-lain.
Terkait pencapaian target kinerja Bea Cukai pada tahun 2009, Anwar mengatakan bahwa sekarang ini dan seterusnya pihaknya akan terus melakukan reformasi internal dan peningkatan kepatuhan kepada semua pihak yang berkepentingan dengan Bea dan Cukai.
"Reformasi terus lanjutkan. Kita tingkatkan kepatuhan," ucapnya.
(hen/ddn)











































