Pameran Flona Diserbu Pengunjung

Pameran Flona Diserbu Pengunjung

- detikFinance
Minggu, 17 Agu 2008 16:02 WIB
Pameran Flona Diserbu Pengunjung
Jakarta - Ajang pameran Flona (Flora dan Fauna) yang digelar sejak tanggal 1 Agustus 2008 lalu diserbu pengunjung yang memadati areal Lapangan Banteng Jakarta.

Pameran tahunan ini rencananya akan ditutup pada tanggal 25 Agustus 2008, bagi anda yang belum sempat berkunjung tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk mampir.

Selain bisa menyaksikan berbagai jenis tanaman hias, hewan peliharaan, pameran ini bukan hanya digelar pameran berbagai macam tanaman hias dan hewan dengan banyak jenis tetapi juga digelar acara lomba tanaman hias dan hewan piaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun meski hari ini diserbut pengunjung, pameran tahun ini relatif sepi. Saidin, salah satu pemilik booth tanaman anthorium mengatakan penyelenggaraan tahun ini terbilang sepi dibandingkan tahun lalu ketika booming anthorium.

"Anthorium masih banyak yang mencari terutama bagi pemain baru, tapi antorium peminatnya sudah berkurang," ujar pria beromzet 50 juta per hari ini.

Dikatakannya sekarang ini pasar peminat tanaman hias sudah bergeser ke tanaman sansevieria khusus jenis tanaman panas. Ia mencontohkan untuk jenis Ence Oridus ukuran 10 tahun bisa seharga Rp 20 juta.

Sementara itu Hendra Saputra pemilik booth Callista Orchid mengatakan sekarang ini memang jumlah pengunjuang sangat ramai apalagi pada libur 17-an hari ini, namun ia mengaku omzetnya tidak terdongkrak dari membludaknya pengunjung.

"Pengunjung ramai tapi daya beli kurang, sewa stand dibanding dengan tahun lalu bisa dua kali lipat sampai Rp 15 juta. Orang lebih pada jalan saja, tawaran-tawarannya gak bisa diterima," keluhnya.

Diakuinya pengunjung banyak berminat apda anthorium bunga, dengan harga pasar yang lebih stabil dibandingkan dengan anthorium daun. Ia mencontohkan untuk anthorium Jemani usia 3 minggu sekarang ini hanya Rp 10 ribu dahulu pada saat booming bisa mencapai Rp 1 juta.

Sedangkan untuk anggrek bulan misalnya bisa dijual dari harga Rp 50.000 sampai Rp 150.000. "Kalau anggrek species anggrek langka ratusan juta harganya," imbuhnya.

Sedangkan untuk tanaman berbonggol nasibnya lebih baik dengan jenis anthorium, karena selain harga lebih stabil peminatnya masih cukup banyak. Misalnya untuk Adenium Yellow Leave harganya mencapai 450.000 sedangkan termurah Rp 50.000 saja.

Bagi penjual tanaman hias kelas bawah alias kelas murah, ajang Flona cukup menjadi tempat yang cocok untuk menjajakan barang dagangannya.

Sebut saja Aceng Imron pemilik Bigon Flora yang khusus menjual tanaman hias kelas murah asalΒ  Bogor Ciapus mengatakan banyak dari pengunjung yang mengincar tanaman hias kelas murah karena sekarang ini daya beli masyarakat sangat rendah.

"Tanaman hias bigoniah kelas bawah, harganya Rp 10.000 sampai Rp 30.000, Bigoniah BrazilΒ  harganya Rp 30.000 yang paling laku, berbeda dari bigonia lainnya, pakis, lisptik, sense tiger, wijaya kusuma, suplir," ucap Aceng.

Sedangkan untuk areal hewan piaran anda bisa menyaksikan berbagai jenis hewan mulai dari hamster, kelinci, ular, kura, anjing, ikan dan lain-lain.

Firmanuddin salah satu pemilik Pappilon Rabbity, boothnya menjual jenis hamster dan kelinci yang banyak digandrungi oleh pembeli anak-anak kecil.

"Harga paling murah Rp 50.000 (lokal) paling mahal Rp 2 juta intuk giant anggora dan english anggora," kata Udin.

Dikatakan Udin selain banyak pembeli yang berminat, dalam ajang Flona ini banyak juga pengunjung yang hanya melihat-lihat saja, namun ia gembira peminat kelinci sangat banyak sekali. Omzet boothnya per hari mencapai Rp 6 juta.

Dari sisi pengunjung ajang Flona ini sangat dinanti-nanti, sebut saja Samino dari Bekasi ia sengaja menyempatkan diri untuk berkunjung ke Flona.
Β  Β 
"Hanya lihat-lihat aja, yah siapa tahu ada yang nyangkut, kalau ada tanaman yang cocok yah kita beli," ujar Samino.

Lain hanya dengan Baiza, pria warga Sunter ini sengaja mengajak keluarganya untuk memberikan hiburan buat anak-anaknya yang tertarik melihat-lihat hewan piaran seperti kura, kelinci, ular dan lain-lain. "Mau beli, gak yah hanya mau lihat kura-kura, anak-anak minta ditemani," ujarnya. (hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads