Qatar akan memberikan kontribusi sebesar 85%, sementara Indonesia 15% untuk lembaga pendanaan itu.
Demikian disampaikan Dubes Indonesia untuk Qatar Rozy Munir dalam pidatonya seperti dilansir Gulf Times dan dikutip dari Reuters, Minggu (17/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rozy Munir juga mengatakan, BUMN investasi Qatar yakni Qatar Investment Authority (QIA) telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan pemerintah Indonesia terkait investasi ini.
QIA sebelumnya juga telah menjalin kerjasama dengan BUMN investasi Abu Dhabi (IPIC) pada Maret untuk membentuk lembaga pembiayaan senilai US$ 2 miliar. QIA juga menjalin kerjasama dengan Oman dan Dubai.
Pemerintah Indonesia berharap bisa lebih banyak menggaet investor Qatar yang kini sedang bergelimang windfall profit dari minyak. Menurut Rozy, penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk diharapkan bisa membantu merealisasikan hal tersebut.
Indonesia juga berharap investor Qatar akan mengikuti Arab Saudi dalam menginvestasikan dana untuk sektor agribisnis. Seperti diketahui, baru-baru ini investor asal Arab Saudi Binladin Group sudah mendatangi Indonesia untuk menyatakan minat investasi sektor agribisnis di Papua.
"Ada banyak peluang untuk kemungkinan investasi di sektor ini. Investasi bisa untuk produksi beras, coklat, gula dan CPO," tegas Rozy.
(qom/qom)










































