Di pasar Asia pada perdagangan Senin (18/8/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman September naik 1,23 dolar ke level US$ 115 per barel. Pada akhir pekan lalu, kontrak ini turun 1,24 dolar ke level US$ 113,77 per barel.
Sementara minyak jenis Brent pengiriman Oktober ditutup naik 1,37 dolar ke level US$ 113,92 per barel. Kontrak ini pekan lalu juga turun 1,13 dolar ke level US4 112,55 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shum menambahkan, selain karena kekhawatiran akibat badai, aksi beli pada perdagangan awal pekan ini dikarenakan pasar sedikit 'oversold' pada Jumat lalu.
Pada pekan lalu harga minyak setelah OPEC menurunkan proyeksi pertumbuhan perminyakannya karena melemahnya perekonomian dunia. OPEC yang menguasai 40% produksi dunia merevisi pertumbuhan permintaan dunia pada tahun 2008 menjadi 1,17% dari 1,20% sebelumnya.
Namun Shum mengatakan, harga minyak dapat kembali naik akibat menguatnya dolar AS. Penguatan dolar AS akan membuat komoditas yang umumnya berdenominasi dolar menjadi lebih mahal.
(qom/qom)










































