Minyak Turun ke US$ 112, Wall Street melorot Lagi

Minyak Turun ke US$ 112, Wall Street melorot Lagi

- detikFinance
Selasa, 19 Agu 2008 06:44 WIB
Minyak Turun ke US$ 112, Wall Street melorot Lagi
New York - Harga minyak mentah dunia yang sempat naik ke US$ 115 per barel akhirnya surut lagi ke US$ 112 per barel. Namun saham-saham di Wall Street malah ikut melemah.

Pada perdagangan Senin (18/8/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman September turun 90 sen ke level US$ 112,87 per barel. Minyak jenis Brent turun 61 sen ke level US$ 111,94 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah badai tropis Fay dipastikan menjauhi fasilitas perminyakan di Teluk Meksiko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun saham-saham di Wall Street masih melemah karena prospek adanya kerugian lebih besar akibat krisis mortgage sehingga menyeret penurunan harga saham-saham perbankan.

Termasuk dua perusahaan pembiayaan perumahan besar AS yakni Fannie Mae dan Freddie Mac, yang sahamnya merosot lebih dari 20% setelah Barron melaporkan Departemen Keuangan kemungkinan harus memberikan dana talangan yang lebih besar.

Namun Depkeu AS sudah menegaskan bahwa pihaknya tidak ada rencana untuk memberikan bantuan kepada dua perusahaan pembiayaan perumahan  AS itu. Kedua perusahaan pembiayaan itu kini menguasai separuh lebih pembiayaan perumahan di AS.

"Apa yang kami pelajari adalah bahwa krisis finansial sudah jauh terlampaui dan proyeksi pendapatan kemungkinan terlalu tinggi," ujar Jim Awad, chairman WP Steward Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/8/2008).

"Jika harga minyak dan pasar saham turun bersamaan, maka Anda tahu bahwa ada alasan sesungguhnya untuk khawatir," imbuhnya.

Indeks Dow Jones kemarin ditutup turun 180,51 poin (1,55%) ke level 11.479,39, Nasdaq turun 35,54 poin (1,45%) ke level 2.416,98 dan S&P turun 19,60 poin (1,51%) ke level 1.278,90. Saham Fannie Mae tercatat berada di titik terendah dalam 20 tahun.
(qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads