Pemerintah Venezuela selanjutnya akan mengambil kontrol seluruh pabrik dan kantor-kantor yang dimiliki oleh Cemex. Keputusan itu dilakukan setelah Venezuela gagal mencapai kesepakatan untuk melakukan nasionalisasi dengan membeli saham Cemex.
Pemerintah Venezuela menyatakan, mereka gagal mencapai kesepakatan untuk membeli mayoritas saham milik Cemex dan menuding perusahaan semen Meksiko yang mendunia itu minta harga terlalu tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carrizalez menyatakan, Cemex meminta US$ 1,3 miliar untuk unit operasionalnya di Venezuela itu.
Sementara Venezuela juga berniat membeli perusahaan-perusahaan semen lainnya yang beroperasi di negaranya. Venezuela menawar 85% pabrik semen Holcim senilai US$ 552 juta, dan 89% saham anak usaha Lafarge senilai US$ 267 juta.
"Lafarge sedang bekerja untuk melindungi kepentingan pemegang saham dan stafnya sebaik mungkin," jelas juru bicara Lafarge tanpa mau berkomentar lebih jauh. Sementara Holcim dan Cemex belum bersedia memberikan komentar lebih jauh.
Presiden Chavez sejauh ini sudah melakukan nasionalisasi bank milik grup perusahaan Spanyol, Santander. Chavez juga mengusir ExxonMobil dan ConocoPhillips karena kedua perusahaan minyak itu telah menolak untuk menyerahkan 60% saham di ladang minyaknya di Venezuela kepada BUMN minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA). (qom/qom)











































