Harga Telur dan Ayam Siap Naik 20%

Harga Telur dan Ayam Siap Naik 20%

- detikFinance
Selasa, 19 Agu 2008 11:14 WIB
Harga Telur dan Ayam Siap Naik 20%
Jakarta - Jangan kaget jika berbelanja daging ayam dan telur. Harga dua komoditas lauk pauk ini terus merangkak dan diprediksi kenaikannya bisa mencapai 20% menjelang puasa dan puncaknya mendekati lebaran.

Harga  terkini untuk ayam broiler Rp 22.000  sampai  Rp 25.000 per kg, sedangkan untuk  telur Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per kg.

Demikian dikatakan oleh Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI)  Don P. Utoyo kepada detikFinance, Senin malam (18/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain terjadi kenaikan harga, menjelang bulan puasa tingkat permintaan ayam dan telur terus mengalami kenaikan 5% sampai 10%, kemudian akan mengalami masa puncaknya hingga 100% sampai 150% beberapa hari menjelang lebaran.

"Dari sisi stok produk ayam dan daging  untuk kebutuhan  dalam negeri sangat cukup untuk mengimbangi permintaan lebaran dan puasa," ujar Don.

Ia mengatakan untuk ayam broiler  konsumsi nasional mencapai  2,5 juta sampai 3 juta ekor per hari atau untuk Jabodetabek 0,8 juta sampai 1 juta ekor perhari, yang menurutnya  permintaan yang bertambah ini dapat diimbangi produksi yang cukup.

"Pola serapan 1 minggu pra-puasa naik 5-10%, jelang lebaran hanya 1 sampai 3 hari saja 100% sampai 150% diatas normal. Stock Cukup !," ungkapnya.

Menurut Don, harga ayam dan telur sebelum puasa bisa naik 5% sampai 10%, sedangkan sebelum lebaran bisa naik 10% sampai 20%. Kenaikan harga ini karena siklus tahunan sebagai kompensasi tunjangan hari raya bagi PNS, Karyawan dan lain-lain.

"Pelaku peruggasan selalu diterpa gejolak  pakan, bibit,listrik, minyak tanah pemanasn sulit, ongkos transport, pasar lesu karen daya beli lemah," keluhnya.

Sedangkan untuk telur, daya serap nasional 2,8 juta sampai 3,2 juta ton perhari khusus, untuk Jabodetabek, 1,5 sampai 2  juta ton perhari.

Don memperkirakan kenaikan harga dan permintaan pun akan terjadi pada produk diluar unggas tetapi masih menjadi kebutuhan utama tradisi lebaran, yaitu akan terjadi kenaikan permintaan 10% sampai 15% untuk kue kering menjelang puasa.

Sedangkan menjelang lebaran khususnya satu  minggu sebelum lebaran akan terjadi kenaikan permintaan  20% sampai 25% untuk kue basah.


(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads