"Pada prinsipnya akuisisi ini sudah disetujui Menteri. Jadi kami tinggal finishing saja. Karena dulu sudah ada hasil due dilligence yang dilakukan PWC (PricewaterhouseCoopers) atas Bahtera dengan nilai Rp 73 miliar, maka kami gunakan itu," ujarnya Dirut PLN Fahmi Mochtar.
Hal tersebut disampaikannya disela peluncuran website CSR PLN di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (19/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi menambahkan, akuisisi Bahtera ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan supply bahan bakar pembangkit PLN seperti batubara. Selama ini banyak kendala pasokan batubara ke pembangkit karena kurangnya jumlah kapal yang melayani PLN.
Hal pertama yang akan dilakukan PLN setelah mencaplok Bahtera ini adalah restrukturisasi sumber daya manusia (SDM).
"Misalkan untuk kapten pilot, PLN kan nggak punya kompetensi dalam hal itu. Jadi masalah ini harus kita selesaikan dulu," ujarnya.
Untuk masalah pendanaannya akan menggunakan dana dari PLN sendiri. "Rp 73 miliar buat PLN kan nggak terlalu besar," ujarnya.
PLN mengakuisisi Bahtera Adiguna setelah BUMN perkapalan itu gagal diambil alih oleh PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA). (lih/ddn)











































