Keduanya akan membeli 83% saham perusahaan batubara yang berlokasi di Kalimantan Timur itu senilai 3 miliar rupee atau setara dengan Rp 630 miliar.
"Kami bergabung untuk membeli 83% saham PT Bism dari pemegang saham lokal. Kesepakatannya akan dirampungkan akhir bulan," ujar Anil Sethi, chairman Subhash Projects seperti dikutip dari Livemint, Selasa (19/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Subash Project akan membeli saham PT Bism melalui anak usahanya, Subhash Kabini Power Corp, yang sekarang ini memiliki dan mengoperasikan proyek PLTA Kabini di Karnataka.
Sementara Emco yang merupakan perusahaan pembuat peralatan pembangkit juga telah memulai proyek pembangkit. Emco tengah menyiapkan proyek PLTU 270 MW senilai 11.000.000 rupee di Nagpur.
Rencananya, batubara dari tambang di Indonesia itu akan dijual untuk konsumen di India sebelum akhirnya digunakan sendiri untuk proyek PLTU 2.200MW miliknya,
"Subhash Project dan Emco akan mendanai akuisisi itu dari dana internal dan juga utang," imbuh Sethi.
Subhash Project selanjutnya akan membangun sebuah pelabuhan untuk memuluskan impor batubara ini.
"Kami juga akan mencari sebuah pelabuhan di bagian Timur India di Andhra Pradesh atau Orissa guna mengimpor batubara dari Indonesia karena lokasi ini akan menjadi tempat yang ideal dari sudut pandang logistik," kata Sethi lagi.
Subhash Project saat ini sedang mengembangkan sebuah pelabuhan senilai 28 miliar rupee dengan kapasitas 25 MT setahun di Puducherry melalui kerjasama dengan Om Metals Infraprojects Ltd. Pelabuhan itu akan dikembangkan untuk menangani kargo bersih seperti kontainer dan cairan terutama minyak, namun tak bisa digunakan untuk impor batubara. (qom/ir)











































