Demikian disampaikan Dirut PT PLN (persero) Fahmi Mochtar disela peresmian website CSR di Kantor PLN Pusat, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Selasa (19/8/2008).
"Kita sudah bentuk anak usaha batubara, PT PLN Batubara. Sudah dilantik direksi dan komisarisnya. Kalau bisa mengamankan 25% dari kebutuhan batubara kami tentu sangat bagus," ujarnya.
Namun Fahmi menegaskan, anak usahanya ini bukan perusahaan yang akan mengeksplorasi tambang secara langsung, melainkan hanya perusahaan investasi atau portofolio.
"Jadi bukan seperti PTBA yang melakukan eksplorasi sendiri tapi lebih ke strategi amankan pasokan batubara. Tidak harus mengelola sendiri. Bisa kasih ke orang lain, KSO, atau kerjasama dengan pihak lain," ujarnya.
Ia mencontohkan, anak usaha ini misalnya akan membeli saham-saham di perusahaan tambang. yang dinilai potensi produksinya bisa mengamankan pasokan batubara PLN.
Fahmi menyatakan, dibanding perusahaan publik, PLN Batubara lebih memilih perusahaan tambang yang private.
"Batubaranya selain untuk pembangkit yang baru beroperasi juga untuk pembangkit diesel yang kecil-kecil. Seperti yang 5 MW, kita ubah jadi pembangkit batubara kecil," katanya.
(lih/qom)











































