"Angka inflasi itu berarti naik hingga 9.035.045,5 persen poin dari inflasi Mei yang sebesar 2.233.713,4%," jelas Central Statistical Office Zimbabwe seperti dikutip dari BBC, Rabu (20/8/2008).
Zimbabwe kini memang sedang berkubang dalam krisis, dengan tingkat pengangguran mencapai 80%. Banyak pabrik-pabrik manufaktur yang tutup sementara suplai makanan juga semakin langka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun per awal Agustus, Zimbabwe memutuskan untuk melakukan revaluasi mata uangnya. Nilai 10 miliar dolar Zimbabwe direvaluasi menjadi 1 dolar saja. Sayangnya, langkah itu tidak banyak membantu penguatan mata uang Zimbabwe.
Salah satu pemicu ledakan inflasi adalah suplai yang yang berlebihan. Presiden Robert Mugabe sebelumnya mendapat kritikan pedas karena mencetak uang guna mendanai kampanye pemilu.
"Data inflasi kami masih lebih tinggi dari itu, namun apa yang bisa dikatakan kepada kami adalah bahwa dasar produktivitas perekonomian sudah benar-benar menurun," ujar seorang ekonom dari bank lokal Zimbabwe.
"Kami benar-benar perlu untuk mengubah cara berbisnis disini," tambahnya lagi.
Zimbabwe sebenarnya merupakan salah satu negara kaya di Afrika. Namun kekisruhan politik oleh Presiden Mugabe ikut mengacaukan kondisi perekonomian negara tersebut.
Namun Presiden Mugabe menolak disebut telah menghancurkan perekonomian negaranya, dan menyalahkan sanksi internasional sebagai penyebab keterpurukan. (qom/ir)











































