Bunga Utang Makin Bebani APBN

Bunga Utang Makin Bebani APBN

- detikFinance
Rabu, 20 Agu 2008 11:55 WIB
Bunga Utang Makin Bebani APBN
Jakarta - Pembayaran bunga utang di tahun 2009 membengkak sekitar Rp 12,3 triliun menjadi Rp 109,3 triliun dari sebelumnya Rp 97 triliun pada tahun ini. Peningkatan yield menjadi salah satu fakto peningkatan pembayaran utang.

"Kalau kita hitung dibandingkan dengan APBN, yield kita naik karena suku bunga dan inflasi naik, paling gampang kita hitungnya dari suku bunga SBI 3 bulan saja, karena banyak obligasi rekap zaman dulu yang dihitung dengan SBI 3 bulan, tapi yang baru-baru tidak," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu.

Hal tersebut disampaikan Anggito di sela-sela rapat rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, perbaikan peringkat utang Indonesia juga harus dibayar dengan pembayaran utang yang meningkat. Indonesia kini tidak layak lagi memperoleh pinjaman dari lembaga multinasional dengan syarat yang lunak dan berjangka waktu panjang.

Dalam RAPBN dan Nota Keuangan 2009, meski mengalami peningkatan pembayaran bunga utang, namun porsinya menurun terhadap belanja negara.

Dalam kurun waktu 2005-2008, secara nominal pembayaran bunga utang mengalami peningkatan sebesar Rp 31,8 triliun, atau tumbuh rata-rata 14,1 persen per tahun, dari Rp 65,2 triliun pada tahun 2005, menjadi Rp 79,8 triliun pada tahun 2007, dan diperkirakan mencapai Rp 97,0 triliun pada tahun 2008.

Namun demikian, rasio pembayaran bunga utang terhadap PDB dalam periode tersebut cenderung menurun, yaitu dari sebesar 2,3 persen pada tahun 2005 menjadi sebesar 2,1 persen pada tahun 2008. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads