Menteri Keuangan yang juga Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan, pandangan bahwa asumsi RAPBN 2009 terlalu optimistik sangat tergantung dari sisi mana melihatnya.
"Kalau gross pertumbuhan ada yang bilang terlalu konservatif ada juga yang optimistis, tapi harga minyak nanti yang akan dibahas lebih lanjut karena pengaruhnya terhadap keseluruhan postur APBN sangat besar. Dan yang paling penting risiko kenaikan harga minyak kita cover di APBN," kata Menkeu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk asumsi nilai tukar dan SBI menurut Menkeu tidaklah terlalu optimistis. "Kalau inflasi memang cukup banyak mendapat sorotan tapi saya sudah bertemu dengan bapak gubernur (BI), dia bilang cukup optimistis dan punya skenario mencapai target tersebut," katanya.
Sementara dalam pandangan di sidang paripurna, Fraksi PKS yang diwakili Rama Pratama menilai kebijakan pemerintah melakukan revisi cukup tergesa-gesa atas asumsi harga minyak mentah dunia dari US$ 130 di APBN 2008 menjadi US$ 100 per barel di RAPBN 2009.
"Ini mencerminkan sikp reaktif pemerintah, di satu sisi ini bisa bernilai poitif dan menyiratkan optimisme terhadap pelaku ekonomi, namun di sisi lain ini sinyal yang terlalu optimistis di tengah tingginya harga minyak dunia. Ini dapat memberi harapan semu bahwa tidak akan terjadi kenaikan BBM yang seringkai jadi bumerang bagi pemerintah sendiri di tengah ketidakjelasan kebijakan energi nasional," tutur Rama.
Gejolak harga di pasar komoditi internasional dan fluktuasi harga minyak dunia pada level yang tinggi, diyakini berbagai kalangan akan memberikan tekanan pada inflasi yang tinggi.
Sementara Fraksi PDIP yang diwakili Nusirwan Soejono mengatakan, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) pada perhitungan RAPBN 2009 kurang realistis dan perlu ditinjau kembali karena perkembangan harga minyak dunia yang tidak menentu dan cenderung naik.
PDIP melihat gejolak harga minyak mentah dan komoditas akan memberikan tekanan inflasi maka itu pengendalian inflasi sangat penting. "Penetapan laju inflasi 6% di 2009 perlu dibuktikan hasilnya dan diperlukan dalam rangka antisipasi untuk mengurangi beban rakyat apabila inflasi melebihi asumsi yang ditetapkan," ujar Nusirwan.
Berikut asumsi RAPBN 2009:
- Pertumbuhan ekonomi sekitar 6,2%
- Inflasi 6,5%
- Nilai tukar rupiah rata-rata 9.100 per dolar AS
- SBI 3 bulan 8,5%
- Lifting minyak 950.000 barel per hari.











































