Pemerintah Janjikan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas

Pemerintah Janjikan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas

- detikFinance
Rabu, 20 Agu 2008 13:55 WIB
Pemerintah Janjikan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas
Jakarta - Pemerintah berjanji akan terus mendorong sektor industri yang bersifat menyerap banyak tenaga kerja sehingga dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengakui pertumbuhan ekonomi yang terjadi memang belum dapat menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan harapan.

"Salah satu hal yang kita lihat dari fenomena di dunia, peranan industri dengan adanya kebutuhan teknologi yang semakin besar memang konsekuensinya untuk menyerap tenaga kerja semakin kecil," tuturnya usai rapat paripurna dengan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani mengatakan pemerintah memang harus bersandar kepada sektor yang sifatnya labor intensive seperti sektor pertanian, meskipun industri manufaktur akan mendapatkan porsi program pemerintah yang paling tinggi seperti tekstil dan lain-lain.

Dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan fraksi-fraksi DPR mengenai RAPBN 2009, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang pandangannya dibacakan oleh Rama Pratama mengatakan yang menjadi tantangan pemerintah adalah bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

"Artinya bagaimana pertumbuhan ekonomi itu mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan sehingga bisa berdampak pada penurunan angka kemiskinan," katanya.

Sementara itu pandangan Fraksi PDIP yang dibacakan oleh Nusyirwan Soejono mengatakan pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh golongan masyarakat penghasilan menengah ke atas, sedangkan rakyat kecil yang berpenghasilan rendah semakin terpuruk.

"Pasar dan mal semakin berkembang, sebaliknya pasar tradisional semakin terpuruk juga. Asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2% dalam RAPBN 2009 janganlah dijadikan sebagai upaya pemerintah untuk memberikan buaian manis kepada rakyat," tuturnya.

Dikatakannya saat ini perkembangan perekonomian global maupun nasional yang belum menentu, iklim investasi dalam negeri yang belum cukup kondusif dan bahkan menurunnya daya beli rumah tangga di pedesaan, dan sektor riil yang belum menjadi tulang punggung pertumbuhan adalah sinyal negatif yang harus diatasi oleh pemerintah.

Sementara itu, dari Fraksi PAN Didik Rachbini mengatakan anggaran yang besar dalam APBN masih belum bisa mengurangi angka pengangguran. "Penurunan kemiskinan belum mampu meningkatkan produktivitas masyarakat," ujarnya.



(dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads